Peluang e-commerce di Indonesia sangat besar

Menurut Presiden Joko Widodo, kesimpulan itu berdasarkan laporan riset bersama yang dikeluarkan Google dan Temasek Singapura

 Peluang e-commerce di Indonesia sangat besar

JAKARTA

Presiden Joko Widodo menilai peluang bisnis niaga elektronik atau e-commerce di Indonesia masih sangat besar.

Salah satu indikatornya kata Presiden adalah laporan riset bersama yang dikeluarkan dua bulan lalu oleh Google dan Temasek Singapura atas perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Presiden yang akrab disapa Jokowi itu, Google dan Temasek memperkirakan nilai perdagangan e-commerce di Indonesia di tahun 2018 adalah USD23,2 miliar atau sekitar Rp336 triliun gross merchandise value.

"Dan angka itu naik kurang lebih 114 persen dari tahun sebelumnya, sebuah lompatan yang sangat tinggi sekali," kata Presiden saat menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) ke-9 BukaLapak di Jakarta Convention Center (JCC), pada Kamis, 10 Januari 2019.

Menurut Presiden, Google dan Temasek juga memprediksi bahwa angka itu akan naik dua kali lipat dalam enam tahun ke depan sehingga mencapai USD 53 miliar di tahun 2025.

"Kira-kira Rp700 triliun, gede sekali," lanjut dia.

Presiden memandang masih banyak tantangan yang dihadapi oleh UMKM ini, antara lain yang berkaitan dengan membangun brand, desain yang mengikuti keinginan pasar, pengemasan produk yang menarik hingga permodalan dan akses masuk ke pasar.

"Kita lihat ini satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta, bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama," ujar dia.

Presiden menyayangkan jika produk UMKM yang memiliki kualitas bagus justru tidak bisa masuk ke pasar karena pengemasannya buruk atau kurang menjual.

"Contoh yang saya tahu misalnya, furniture banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus, tapi tidak mengikuti tren pasar. Desainnya bagus, tapi warnanya tidak mengikuti juga keinginan pasar," tuturnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA