Menteri: Kelapa sawit lebih produktif hasilkan minyak nabati

Hasil studi ini bisa memberi pemahanan tentang sawit dari kampanye yang tidak seluruhnya benar

Menteri: Kelapa sawit lebih produktif hasilkan minyak nabati

JAKARTA

Pemerintah Indonesia mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas yang paling produktif untuk menghasilkan minyak nabati bila dibandingkan dengan sumber energi nabati lainnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pernyataan tersebut berdasarkan hasil studi dari Satuan Tugas Kelapa Sawit International Union for Conservative of Nature (IUCN).

“Studi ini dilakukan lembaga independen dengan penilaian yang lebih seimbang daripada penilaian dari Eropa yang diskriminatif dan menyalahkan sawit,” ujar Menko Darmin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan untuk setiap produksi 1 ton minyak sawit, hanya memerlukan 0,26 hektar lahan sawit. Sementara bunga matahari membutuhkan 1,43 hektar lahan untuk menghasilkan 1 ton minyak sawit.

“Sementara 1 ton minyak nabati dari kedelai membutuhkan 2 hektar lahan,” tambah Menko Darmin.

Menko Darmin menilai studi ini merupakan suatu permulaan yang bagus untuk melahirkan pemahaman yang lebih baik dan berimbang daripada penilaian berbagai pihak yang dewasa ini melakukan kampanye yang tidak seluruhnya benar tentang sawit.

“Indonesia sangat yakin bahwa kelapa sawit berkaitan erat dengan kehidupan orang banyak dan merupakan modal bagi banyak penduduk Indonesia dalam mencapai pertumbuhan,” imbuh dia.

Menurut dia, pemerintah sedang menyiapkan banyak hal untuk perbaikan industri kelapa sawit dengan menyelesaikan percedpatan penyelesaian tanah dalam kawasan hutan (PPTKH) yang dalam beberapa minggu ke depan akan diluncurkan.

“Kita juga sudah punya Inpres moratorium perkebunan sawit dan perbaikan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO),” tegas dia.

Menko Darmin juga meyakini bahwa kelapa sawit dan isu lingkungan bukan dua hal yang saling bertentangan dan menegasikan satu sama lain.

Pemerintah telah mengalokasikan kawasan hutan konservasi seluas 22,1 juta hektar dan hutan lindung seluas 29,7 juta hektar sebagai habitat bagi flora dan fauna serta keanekaragaman hayati di hutan hujan tropis yang memiliki 193 spesies langka.

“Perkembangan sawit tidak membuat tujuan lingkungan harus diabaikan,” tekan Menko Darmin.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA