Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% pada triwulan III

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan pertumbuhan sebesar 4,93 persen

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% pada triwulan III

JAKARTA

Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2018 tumbuh 5,01 persen (yoy).

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan pertumbuhan sebesar 4,93 persen.

Meski begitu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III ini sedikit melambat dari triwulan II yang saat itu tumbuh 5,14 persen (yoy).

‎Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III didorong oleh penjualan eceran yang tumbuh 4,21 persen, atau menguat 0,13 persen dari triwulan III tahun lalu.

“Pertumbuhan ini bagus, seperti pada penjualan makanan dan minuman, sandang, rekreasi, dan BBM,” jelas Suhariyanto.

Dia menambahkan faktor lain yang menjadi pendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga adalah penjualan wholesale mobil penumpang yang mengalami pertumbuhan 8,4 persen.

“Pertumbuhan penjualan wholesale mobil pada triwulan ini menguat dari kuartal III 2017 yang saat itu tumbuh sebesar 1,17 persen,” ujar dia.

Suhariyanto menjelaskan pada triwulan III impor barang konsumsi juga masih kuat karena masih tingginya permintaan impor barang konsumsi dari rumah tangga.

Faktor lain yang mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan ini lanjut dia, berasal dari pertumbuhan total nilai transaksi kartu kredit, kartu debit, dan uang elektronik sebesar 11,94 persen.

“Angka ini menguat dibandingkan kuartal III 2017 yang tumbuh 11,05 persen,” imbuh Suhariyanto.

Secara umum berdasarkan data BPS, komponen pertumbuhan rumah tangga pada triwulan III tahun ini berasal dari makanan dan minuman (selain restoran) yang tumbuh 5,21 persen, pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya dengan pertumbuhan 4,45 persen, serta perumahan dan perlengkapan rumah tangga yang tumbuh 4,01 persen.

Suhariyanto menambahkan komponen kesehatan dan pendidikan juga tumbuh 5,06 persen, transportasi dan komunikasi tumbuh 5,68 persen, restoran dan hotel tumbuh 5,69 persen, serta komponen lainnya tumbuh 1,84 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA