Ketidakpastian ekonomi global penyebab investasi lesu

Badan Koordinasi Penanaman Modal mengumumkan realisasi investasi triwulan III turun 1,6 persen dengan jumlah Rp173,8 triliun

Ketidakpastian ekonomi global penyebab investasi lesu

JAKARTA 

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menuding gonjang-ganjing perekonomian global sebagai penyebab dari lesunya realisasi investasi pada triwulan III tahun ini.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi triwulan III turun 1,6 persen dengan jumlah Rp173,8 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun lalu investasi tumbuh Rp176,6 triliun.

Menko Darmin membantah melemahnya realisasi investasi karena kebijakan pemerintah yang dianggap investor kurang menarik.

“Yang terjadi adalah ekonomi global lagi gonjang-ganjing. Siapa yang mau mikirin investasi kalau lagi gonjang-ganjing begini,” sanggah dia seusai acara reforma agraria di Jakarta, Rabu.

Dia memastikan investor akan kembali menggelontorkan dana investasi termasuk ke Indonesia pada saat yang tepat. Untuk saat ini, menurut Menko Darmin, investor cenderung menahan untuk berinvestasi.

Meskipun realisasi investasi turun di triwulan III, namun berdasarkan data BKPM realisasai investasi tahun kalender Januari-September mencapai Rp535,4 triliun atau tumbuh 4,3 persen dari periode sama tahun lalu yang berjumlah Rp513,2 triliun.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan stabilitas politik dalam negeri menjelang pemilihan presiden menurut Moeldoko, bukan menjadi sebab berkurangnya minat investor berinvestasi di Indonesia.

“Dulu waktu Pilkada DKI semua gelisah. Tapi semua baik-baik saja. Ini bukti demokrasi kita kuat,” ungkap Moeldoko.

Kondisi politik yang saat ini terkesan gonjang-ganjing menurut Moeldoko, merupakan bukti tingginya partisipasi politik masyarakat.

Presiden menurut dia, selalu memperhatikan kinerja investasi. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk bisa menjaga pertumbuhan investasi.

“Semua regulasi dijaga. Kami juga menjaga rasa aman dan stabilitas politik. Kita kerja keras untuk itu,” tegas dia.

Efisiensi di berbagai sektor menurut Moeldoko juga terus dilakukan agar biaya ekonomi tidak membengkak, termasuk dengan pembenahan infrastruktur dan akses listrik.

“Tapi faktor eksternal kan sangat berpengaruh [bagi investasi],” kilah Moeldoko.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA