Jepang setujui pinjaman untuk pembangunan MRT fase II

Pembangunan MRT tahap II membutuhkan total dana sekitar Rp22,5 triliun

Jepang setujui pinjaman untuk pembangunan MRT fase II

JAKARTA

PT MRT Jakarta mengatakan dana pinjaman untuk pembangunan MRT Jakarta fase II sudah disetujui oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan pinjaman untuk MRT fase II dibagi ke dalam dua tahap, dengan pinjaman tahal I sudah diteken pada 24 Oktober lalu senilai total Rp9,4 triliun.

"Sisanya pada 2020 nanti akan ditandatangani,” ungkap dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Secara total pembangunan MRT tahap II, ujar Silvia, membutuhkan dana hingga sekitar Rp22,5 triliun untuk pembangunan jalur MRT Selatan-Utara sepanjang 8,3 km, yang terentang dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan.

Silvia menjelaskan pembangunan fase II lebih mahal dari fase I yang sejumlah Rp16 triliun karena tantangan pembangunan fase II jauh lebih sulit.

Fase II akan dibangun di jalan Thamrin memasuki sepanjang koridor Gajah Mada dan Hayam Wuruk yang relatif sempit karena adanya kali di tengah-tengah jalan serta banyak gedung-gedung tua.

“Pada fase dua akan ada tujuh stasiun bawah tanah dan satu stasiun dengan depo,” jelas Silvia.

Ketujuh stasiun bawah tanah tersebut antara lain Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Sementara satu stasiun sekaligus depo terdapat di stasiun Kampung Bandan.

Dia menjelaskan stasiun Sarinah nantinya akan menjadi stasiun bawah tanah terbesar yang ada di MRT Jakarta karena akan menjadi stasiun interchange yang mempertemukan MRT jalur Timur-Barat di fase I dengan Selatan-Utara untuk fase II.

Selain itu, MRT Jakarta juga akan membuat stasiun Monas menjadi stasiun ikonik dengan desain khusus.

“Kita akan adakan sayembara untuk desain arsitektur di stasiun Monas,” urai Silvia.

Stasiun MRT di Kota, menurut dia, juga akan menjadi stasiun besar lainnya karena akan ada titik interchange pertemuan jalur kereta KRL dengan MRT.

“Di sana ada jalur pedestrian bawah tanah yang akan kita coba teruskan hingga mendekati stasiun Kota,” imbuh dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA