Industri pengolahan jadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar

Sektor ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 2018 menurut lapangan usaha sebesar 0,91 persen

Industri pengolahan jadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar

JAKARTA

Sektor Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sektor ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 2018 menurut lapangan usaha sebesar 0,91 persen.

“Sepanjang tahun 2018 industri pengolahan tumbuh 4,27 persen,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan industri tekstil dan pakaian jadi mengalami pertumbuhan yang didukung oleh peningkatan produksi tekstil dan pakaian jadi di daerah-daerah kantong produksi industri.

Sepanjang tahun 2018 subsektor industri ini tumbuh 8,73 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebesar 3,83 persen.

Suhariyanto menambahkan industri logam dasar juga mengalami pertumbuhan yang didorong oleh permintaan aktivitas konstruksi serta permintaan luar negeri yang meningkat.

“Subsektor ini tumbuh 8,99 persen sepanjang 2018 lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2017 sebesar 5,87 persen,” tambah dia.

Hal yang sama terjadi pada subsektor industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki juga tumbuh yang didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, terutama pada produk alas kaki yaitu sepatu.

Subsektor ini mengalami pertumbuhan 9,42 persen sepanjang 2018 sementara sepanjang tahun lalu hanya tumbuh 2,22 persen.

Meski begitu, Suhariyanto menambahkan ada perlambatan pertumbuhan pada industri makanan dan minuman yang disebabkan oleh perlambatan produksi Crude Palm Oil (CPO).

Industri makanan dan minuman sepanjang tahun 2018 tumbuh 7,91 persen, lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2017 yang sebesar 9,23 persen.

Sektor Perdagangan juga tumbuh 

Selain industri, Suhariyanto menjelaskan perdagangan menjadi sumber pertumbuhan terbesar kedua menurut lapangan usaha sebesar 0,66 persen.

“Dua faktor pendorongnya adalah peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor, serta adanya hari belanja online nasional (Harbolnas) selama 2018,” jelas Suhariyanto.

Berdasarkan data BPS, penjualan mobil, sepeda motor, dan reparasinya tumbuh 4,89 persen sepanjang tahun 2018. Pertumbuhan ini lebih besar dari tahun 2017 yang sebesar 4,79 persen.

Selanjutnya untuk perdagangan besar dan eceran bukan mobil dan sepeda motor juga mengalami pertumbuhan 4,99 persen sepanjang 2018, atau meningkat dari pertumbuhan pada 2017 yang sebesar 4,38 persen.

Sumber pertumbuhan ekonomi 2018 lainnya menurut BPS berasal dari sektor konstruksi dengan pertumbuhan sebesar 6,09 persen dan berkontribusi 0,61 persen terhadap pertumbuhan ekonomi 2018.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menjadi sumber pertumbuhan utama dengan kontribusi sebesar 0,49 persen dan mengalami pertumbuhan 3,91 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA