Indonesia undang Finlandia kerja sama energi terbarukan

Finlandia merupakan salah satu negara yang memiliki tarif listrik termurah di Eropa karena penggunaan energi baru terbarukan

Indonesia undang Finlandia kerja sama energi terbarukan

JAKARTA

Indonesia dan Finlandia menjajaki peluang kerja sama bilateral di sektor energi terbarukan.

Kerja sama ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Anne-Mari Virolainen di Jakara, Selasa.

Menteri Jonan mengatakan Finlandia merupakan salah satu negara yang memiliki tarif listrik termurah di Eropa karena penggunaan energi baru terbarukan.

Indonesia menurut dia, juga sudah memulai mengembangkan beberapa bisnis energi untuk jangka panjang.

“Kita mencoba untuk mencapai setidaknya 23 persen bauran energi dan ini tidak mudah, khususnya untuk elektrifikasi,” ungkap Menteri Jonan.

Tantangan elektrifikasi di Indonesia menurut Menteri Jonan, adalah disparitas tarif listrik di Indonesia. Oleh karena itu, dia menyambut baik kerja sama energi dengan Finlandia.

Menteri Jonan juga menjelaskan bahwa Indonesia sudah menerapkan B20 berupa penggunaan 20 persen campuran crude palm oil (CPO) di dalam setiap liter solar. Meskipun Menteri Jonan mengakui masih banyak hambatan khususnya pada isu logistik dan transportasi.

“Tapi kami tetap komitmen menjalankan program ini. Kami juga mendorong PLN mengkonversi 1.800 megawatt dari bahan bakar diesel menjadi CPO hingga 100 persen,” lanjut Menteri Jonan.

Dia juga mengundang dan mempersilahkan investor dari Finlandia untuk mengikuti tender energi baru terbarukan di Indonesia, salah satunya adalah untuk solar photovoltaic (solar PV).

Menteri Jonan juga meminta agar Finlandia tidak hanya menawarkan teknologienergi terbarukan saja ke Indonesia, tetapi juga membawa pembiayaan untuk investasi energinya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan Finlandia memiliki boiler pengolahan biomassa yang berasal dari sampah hutan seperti kayu dan ranting pohon untuk dicampurkan dengan batu bara dengan kadar biomassa mencapai 70 persen.

Sementara itu, Indonesia ingin menyediakan listrik yang murah. Selama penggunaan energi terbarukan seperti biomassa tidak mengubah tarif listrik di Indonesia, menurut dia, Finlandia bisa membawanya ke Indonesia.

“Artinya, selama biomassa tidak lebih mahal dari batubara, silahkan saja,” ungkap Rida.

Selain itu, Rida mengatakan bahwa Indonesia juga sudah menyampaikan kepada Finlandia agar menyediakan beasiswa bagi pegawai pemerintah untuk belajar khususnya terkait energi ke Finlandia.

“Karena energi itu kan investasi jangka panjang dan mereka ingin menerapkan teknologinya di sini. Jadi akan lebih bagus lagi kalau ada lulusan dari Finlandia,” imbuh Rida.

Tanggal Diperbarui: 11 Ekim 2018, 16:15
TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA