Indonesia ekspor olahan kopi ke Rusia

Pasar kopi olahan di Rusia mencapai USD205 juta dengan jumlah penduduk yang mencapai 143,9 juta orang.

Indonesia ekspor olahan kopi ke Rusia

JAKARTA

Indonesia mengejar target ekspor produk makanan dan minuman ke Rusia sebanyak 2.000 kontainer dengan nilai US$40 juta atau setara Rp557 miliar sepanjang tahun ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan produk-produk makanan minuman Indonesia yang dihasilkan oleh PT Mayora selama ini sudah berhasil masuk ke negeri tersebut.

Sepanjang 2018 lalu, menurut Enggar tersebut sudah merealisasikan pengiriman makanan dan minuman sebanyak 1.000 kontainer dengan nilai sekitar Rp250 miliar.

“Ekspor Indonesia lebih dari 50 persen masih berupa komoditas seperti batu bara, pertambangan, dan minyak sawit. Kita harus mempromosikan lebih banyak ekspor produk-produk bernilai tambah seperti produk olahan kopi,” ungkap Menteri Enggar dalam siaran persnya, Kamis.

Menurut Menteri Enggar, kopi bukan hanya sekedar produk, tetapi sudah menjadi gaya hidup.

Pada 2018, konsumsi kopi dunia sekitar 157 juta kantong, dengan pertumbuhan sebesar 2 persen per tahun dan permintaan kopi akan berlipat ganda pada 2050.

Di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, pertumbuhan permintaan kopi bahkan lebih tinggi yaitu lebih dari 3 persen per tahun.

Finlandia adalah negara dengan penduduk terbanyak peminum kopi di dunia dengan rata-rata 12,9 kg per orang setiap tahunnya atau rata-rata sekitar 14 cangkir sehari.

Hal ini diikuti negara-negara Nordik beriklim dingin lainnya seperti Norwegia, Islandia, dan Denmark.

“Kopi sangat populer di negara-negara bersuhu dingin karena tidak hanya membantu memulihkan energi, tetapi juga memberi kehangatan dan kenyamanan,” kata Menteri Enggar.

Presiden Direktur Mayora Andre Atmadja salah satu varian kopi Mayora, yaitu Torabika Cappucino cukup diminati di Rusia.

Menurut Andre, pasar kopi olahan di Rusia mencapai USD 205 juta dengan jumlah penduduk yang mencapai 143,9 juta orang.

Karena itu, Rusia adalah salah satu pasar penting bagi perusahaan tersebut.

Menurut dia, produk-produk Mayora telah menembus pasar 100 negara di seluruh dunia, seperti negara-negara di ASEAN, China, India, negara-negara di kawasan timur tengah, Amerika Serikat, Irak, dan Palestina.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA