Indonesia catat potensi transaksi Rp200 milyar dengan Saudi

Jumlah tersebut adalah nilai transaksi dalam misi dagang Indonesia pada 21 November hingga 1 Desember lalu ke Arab Saudi

Indonesia catat potensi transaksi Rp200 milyar dengan Saudi

JAKARTA

Kementerian Perdagangan RI mencatat potensi transaksi sebesar USD14,02 juta atau setara Rp200 miliar melalui misi dagang ke Arab Saudi pada 28 November hingga 1 Desember 2018 lalu.

Kegiatan promosi ini digelar dengan sinergi sejumlah kementerian, lembaga, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Delegasi Indonesia terdiri dari 90 peserta dengan lini bisnis antara lain minyak sawit dan turunannya, makanan dan minuman, tuna, karoseri bus, alat tulis, domba hidup, kemasan film, fesyen muslim, furnitur, bumbu dan rempah, kopi, kayu gaharu, serta aromaterapi.

“Misi dagang ini diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak produk-produk Indonesia ke Arab Saudi dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian Indonesia,” kata Arlinda.

Total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi pada periode Januari hingga September 2018 tercatat sebesar USD4,42 miliar dengan rincian nilai ekspor USD921,69 juta dan nilai impor sebesar USD3,5 miliar.

Pada 2017 lalu, total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi tercatar USD4,54 miliar, dengan rincian nilai ekspor sebesar USD1,37 miliar dan nilai impor sebesar USD3,16 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi adalah kendaraan bermotor, minyak sawit dan turunannya, produk kertas, cakalang, dan arang kayu.

Arlinda menuturkan misi dagang ini menjadi peluang bagi pengusaha Indonesia unguk membangun jaringan bisnis di luar negeri. Salah satunya melalui forum bisnis yang dihadiri lebih dari 250 pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi. Salah satu pembicara dalam forum bisnis itu yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain forum bisnis, apa pula business matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan Arab Saudi.

Kemendag bekerja sama dengan perwakilan di Arab Saudi juga menyelenggarakan Indonesia Expo 2018 di Jeddah. Kegiatan ini memamerkan beragam produk barang dan jasa Indonesia di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi.

“Dengan usainya rangkaian misi dagang ini diharapkan Indonesia dapat meningkatkan nilai perdagangan antarnegara dan memperoleh akses pasar yang lebih luas, terutama ke negara-negara nontradisional," ungkap Arlinda.

Arlinda juga mengungkapkan, besarnya jumlah jemaah haji dan umroh Indonesia menjadi peluang besar untuk masuknya produk Indonesia ke Arab Saudi. Produk yang dimaksud bisa berupa makanan, minuman, tekstil, produk kesehatan, barang konsumsi, serta bus.

Misi dagang ke Arab Saudi ini sekaligus menutup rangkaian misi dagang yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan pada 2018.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA