Enam blok migas beralih ke skema gross split

Para kontraktor migas, melihat skema gross split menguntungkan, karena prosesnya lebih efisien, tidak berbelit-belit, sederhana dan lebih memiliki kepastian

Enam blok migas beralih ke skema gross split

JAKARTA (AA) – Sebanyak enam blok migas mengalihkan skema kontraknya dari Production Sharing Cost (PSC) Cost Recovery menjadi PSC Gross Split, ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar, Jumat.

Menurut Archandra, peralihan ini akan terjadi dalam dua minggu mendatang.

Para kontraktor migas, melihat skema gross split menguntungkan, karena prosesnya lebih efisien, tidak berbelit-belit, sederhana dan lebih memiliki kepastian.

“Ini menunjukkan bahwa sejak diterapkan pada 2017 lalu, skema gross split membawa dampak positif terhadap perkembangan investasi minyak dan gas bumi di Indonesia,” ujar Archandra dalam siaran persnya.

Blok yang beralih adalah Blok Duyung, Blok Muralim, Blok Tanjung Enim, Blok North Arafura, Blok Bungamas dan Blok Sebatik.

"Dua minggu lagi akan berubah dua. Kemarin meeting ada empat yang mau berubah. Jadi hingga pertengahan bulan Februari akan bertambah 6 blok yang menggunakan skema gross split,” ujar dia.

"Blok Tanjung Enim merupakan blok migas inkonvensional pertama yang akan menggunakan skema gross split dengan split disesuaikan dengan Peraturan Menteri yang ada, sekitar 16% kalau saya tidak salah.”

Hingga kini, sudah ada 42 blok migas yang menggunakan skema gross split sejak diberlakukan pada 2017. Pemerintah optimistis tren positif hulu migas ini terus berlanjut dengan lakunya blok-blok migas yang ditawarkan, baik itu blok baru, maupun blok terminasi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA