Ekspansi dunia usaha pada akhir 2018 tumbuh melambat

Pertumbuhan yang lambat terlihat dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV 2018 yang sebesar 6,19 persen lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 14,23 persen

Ekspansi dunia usaha pada akhir 2018 tumbuh melambat

JAKARTA

Bank Indonesia (BI) dalam hasil survei kegiatan dunia usaha menunjukkan pertumbuhan ekspansi kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2018 tidak setinggi triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan kondisi ini sesuai dengan pola historisnya.

Pertumbuhan yang melambat ini, menurut dia, terlihat dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV 2018 yang sebesar 6,19 persen.

“SBT pada triwulan IV lebih rendah dari triwulan III 2018 yang sebesar 14,23 persen,” ungkap Agusman dalam keterangan resmi, Jumat.

Peningkatan kegiatan usaha pada triwulan IV ungkap Agusman, terutama terlihat pada sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa.

Peningkatan antara lain didorong oleh permintaan di pasar domestik.

Agusman mengatakan secara keseluruhan tahun 2018 kegiatan dunia usaha menunjukkan kinerja yang membaik dengan rata-rata SBT sebesar 12,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pada 2017 yang sebesar 10,97 persen.

Dia juga mengungkapkan pertumbuhan investasi pada triwulan IV 2018 relatif stabil, terindikasi dari SBT sebesar 10,51 persen, dibandingkan 10,64 persen pada triwulan III 2018.

Secara semesteran, nilai investasi pada semester II 2018, menurut dia, lebih tinggi dibandingkan nilai investasi pada semester I 2018, sebagaimana tercermin dari nilai saldo bersih sebesar 63,75 persen, lebih tinggi dibandingkan pada semester I 2018 yang sebesar 56,16 persen.

“Investasi pada triwulan I 2019 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan SBT sebesar 11,26 persen,” tambah dia.

Bank Indonesia juga mengatakan responden memperkirakan kegiatan usaha akan semakin ekspansif pada triwulan I 2019.

Hal ini terindikasi dari SBT perkiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi sebesar 9,35 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada sektor jasa-jasa, keuangan, real estate dan jasa perusahaan, serta industri pengolahan.

“Sejalan dengan optimisme peningkatan kegiatan usaha, tingkat penggunaan tenaga kerja dan investasi dunia usaha pada triwulan I 2019 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada triwulan IV 2018,” urai Agusman.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA