Ekonomi Indonesia tumbuh 5,17% pada triwulan III

BPS menyebutkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III lebih lambat dari pertumbuhan pada triwulan II 5,27 persen.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,17% pada triwulan III

JAKARTA

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tumbuh 5,17 persen.

Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III sebesar Rp3.835,6 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.684,2 triliun.

Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III lebih lambat dari pertumbuhan pada triwulan II 5,27 persen.

“Tetapi bila dibandingkan dengan triwulan III tahun lalu yang sebesar 5,06 persen, maka pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun ini lebih tinggi,” jelas dia.

Dari sisi produksi, BPS menyebutkan pertumbuhan ekonomi didorong oleh semua lapangan usaha.

Salah satu sektor produksi yang tumbuh positif adalah sektor industri pengolahan nonmigas.

“Pertumbuhan terutama pada industri makanan dan minuman khususnya industri CPO, dan juga peningkatan produksi tekstil dan pakaian jadi,” ujar Suhariyanto.

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,91 persen.

Kemudian, sumber pertumbuhan dari sektor perdagangan sebesar 0,69 persen, konstruksi 0,57 persen, dan pertanian 0,49 persen.

Sementara itu sumber pertumbuhan yang berasal dari sektor lainnya mencapai 2,51 persen.

Sementara itu, dari sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh positif mencapai 5,01 persen. Sektor ini berkontribusi 2,69 persen terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan III.

Kemudian sektor pembentukan modal tetap bruto mengalami pertumbuhan 6,96 persen dan memberikan kontribusi sebesar 2,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan III.

Suhariyanto menambahkan pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 6,28 persen berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,48 persen.

Sementara itu, net ekspor berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar -1,1 persen karena pertumbuhan impor yang jauh lebih tinggi dari ekspor.

“Impor pada triwulan III tumbuh 14,06 persen sementara ekspor hanya tumbuh 7,52 persen,” lanjut Suhariyanto.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA