BPS: Target pertumbuhan ekonomi 7% berat sekali

Pertumbuhan ekonomi pada 2018 sebesar 5,17 persen merupakan yang terbaik sejak Joko Widodo menjadi Presiden pada Oktober 2014 lalu

BPS: Target pertumbuhan ekonomi 7% berat sekali

JAKARTA

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan sangat sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen seperti yang diidamkan oleh Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sejak awal memimpin.

Sementara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2015-2019 dalam kisaran 5,8-8 persen.

Kemudian dalam RPJMN 2020-2024 target pertumbuhan ekonomi dipangkas menjadi 5,4-6 persen, dengan nilai tengah 5,7 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan RPJMN dibuat dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Akan tetapi, ada banyak hal yang tidak terduga dalam perekonomian.

“Tidak ada yang mengira the Fed akan menaikkan suku bunga beberapa kali dan perang dagang muncul dengan dampak yang signifikan,” jelas dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Suhariyanto mengungkapkan sangat berat untuk bisa mencapai target pertumbuhan dalam RPJMN ataupun sesuai dengan janji kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla yang sebesar 7 persen.

“Tapi kalau melihat kondisi ekonomi global yang masih buram dan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara tujuan ekspor, maka angka pertumbuhan saat ini sudah bagus,” imbuh Suhariyanto.

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada 2018 sebesar 5,17 persen merupakan yang terbaik sejak Joko Widodo menjadi Presiden pada Oktober 2014 lalu.

Pertumbuhan ekonomi memang terus menunjukkan tren peningkatan. Pada 2014 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen kemudian melambat menjadi 4,88 persen pada 2015.

Selanjutnya pertumbuhan ekonomi berangsur membaik menjadi 5,03 persen pada 2016 dan 5,07 persen pada 2017.

Meskipun pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 juga membaik menjadi 5,17 persen, namun masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

“Kita berharap ke depan akan banyak kebijakan yang dilakukan sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih bagus lagi di tengah ekonomi global yang tidak jelas dan harga komoditas yang melambat,” imbuh Suhariyanto.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA