BI: Pengaruh tarif bagasi pesawat terhadap inflasi tidak besar

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan dampaknya terhadap inflasi tidak akan membuat level inflasi keluar dari kisaran yang ditargetkan yakni 3,5 persen plus minus 1 persen

BI: Pengaruh tarif bagasi pesawat terhadap inflasi tidak besar

JAKARTA

Bank Indonesia menyebut kebijakan maskapai berbiaya murah memungut biaya bagasi kepada para penumpang akan berpengaruh terhadap inflasi, namun tidak terlalu besar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan dampaknya terhadap inflasi tidak akan membuat level inflasi keluar dari kisaran yang ditargetkan yakni 3,5 persen plus minus 1 persen.

Dody justru mengatakan inflasi pada Januari lebih disebabkan oleh kenaikan beberapa bahan makanan.

Dia mengungkapkan berdasarkan survei pemantauan harga minggu pertama Januari inflasi sebesar 0,5 persen month to month atau 3,03 persen year on year yang disebabkan inflasi pada daging, telur, cabai, dan bawang.

“Tapi dengan angka inflasi 3,03 persen tekanan inflasi dari pangan relatif stabil,” ujar Dody seusai shalat Jumat di Jakarta.

Tekanan inflasi dari bahan makanan menurut dia, tidak berbeda dengan tahun 2018 sehingga BI masih optimis inflasi pada 2019 sesuai sasaran.

“Risiko inflasi memang tetap ada misalnya pemerintah melepas kebijakan BBM,” aku Dody.

Meski begitu, dia mengatakan kemungkinan adanya penyesuaian harga BBM pada tahun ini sudah terkalkulasi dalam proyeksi inflasi yang ditargetkan sehingga inflasi kemungkinan ada di titik tengah dari target 3,5 persen plus minus 1 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA