BI: Optimisme konsumen pada Desember terus meningkat

Peningkatan keyakinan konsumen ditopang oleh perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan

BI: Optimisme konsumen pada Desember terus meningkat

JAKARTA

Bank Indonesia (BI) menyebut optimisme konsumen pada Desember terus menguat.

Penguatan ini terlihat dalam Survei Konsumen BI bulan Desember yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat dari 122,7 pada bulan sebelumnya menjadi 127,0.

Sementara secara triwulanan, rata-rata IKK Triwulan IV 2018 sebesar 123,0, lebih tinggi dibandingkan dengan 122,9 pada triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan secara keseluruhan tahun 2018, rata-rata IKK adalah 123,6, lebih tinggi dari rata-rata tahun sebelumnya.

“Peningkatan keyakinan konsumen ditopang perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan,” jelas Agusman di Jakarta, Selasa.

Persepsi konsumen yang membaik, menurut dia, tercermin dari peningkatan pembelian barang tahan lama.

Sementara itu, Agusman menambahkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan didukung oleh ekspektasi kegiatan usaha.

“Peningkatan keyakinan konsumen terjadi pada seluruh tingkat pengeluaran responden dan secara spasial kenaikan keyakinan konsumen terjadi pada sebagian besar kota yang disurvei,” ungkap dia.

Agusman melanjutkan bahwa hasil survei juga menunjukkan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang (Maret 2019) diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tekanan harga pada bulan sebelumnya.

Peningkatan itu, ungkap dia, terutama disebabkan oleh adanya kekhawatiran konsumen terhadap potensi kenaikan harga BBM, khususnya BBM nonsubsidi.

“Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan yang akan datang sebesar 175,2, meningkat dari 174,1 pada bulan sebelumnya,” imbuh Agusman.

Agusman mengatakan pada enam bulan mendatang (Juni 2019), konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga meningkat disebabkan oleh permintaan yang meningkat selama bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

“Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan mendatang dari 175,1 pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 176,7,” kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA