BI: Neraca perdagangan masih defisit dengan tren membaik

Bank Indonesia mengakui memang masih ada tekanan dari impor yang cukup tinggi

BI: Neraca perdagangan masih defisit dengan tren membaik

JAKARTA

Bank Indonesia (BI) mengatakan neraca perdagangan pada bulan Desember kemungkinan masih akan tetap defisit.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan meskipun defisit, tetapi tren defisitnya mulai membaik.

“Untuk angkanya kita tunggu minggu depan. Memang masih ada tekanan dari impor yang cukup tinggi,” ungkap Dody seusai salat Jumat di Jakarta.

Meskipun impor tinggi, Dody mengatakan impor masih terkait dengan barang modal untuk mendukung kegiatan investasi yang masih cukup besar.

“Tren defisit neraca perdagangan membaik karena kalau langsung surplus juga apa penyebabnya. Harus ada kenaikan tajam dari ekspor atau penurunan tajam dari impor,” ungkap dia.

BI menurut dia, melihat sudah mulai ada tren penurunan impor meskipun impor untuk barang modal terkait investasi masih dibutuhkan.

Sebagaimana data dari BPS, neraca perdagangan Indonesia pada November 2018 mengalami defisit USD2,05 miliar yang bersumber dari defisit pada neraca perdagangan nonmigas dan neraca perdagangan migas.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari-November 2018 mengalami defisit sebesar USD7,52 miliar.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA