BI: Aliran modal asing buat rupiah stabil

Jumlah aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) pada bulan ini kurang lebih Rp14,4 triliun

BI: Aliran modal asing buat rupiah stabil

JAKARTA

Bank Indonesia (BI) mengatakan aliran modal asing yang masuk cukup deras pada bulan ini menjadi salah satu sentimen yang membuat nilai tukar rupiah menguat dan stabil di kisaran Rp14.678 per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo pada Jumat mengatakan aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) pada bulan ini kurang lebih Rp14,4 triliun.

“Secara year to date, aliran modal asing yang masuk ke SBN mencapai Rp42,6 triliun,” ungkap Perry.

Faktor lain yang cukup menggembirakan, menurut dia, adalah mulai kembali masuknya aliran modal asing ke pasar saham pada bulan ini sebesar Rp5,5 triliun.

Tapi secara year to date aliran modal asing ke saham masih negatif karena pada awal periode ini banyak outflow dari kepemilikan asing terhadap saham.

“Dengan masuknya aliran modal asing ke SBN dan mulai masuk ke saham menunjukkan konfiden investor global terhadap ekonomi Indonesia,” jelas Perry.

Aliran modal asing yang masuk ini, menurut Perry, salah satunya karena kebijakan suku bunga BI yang sudah naik hingga 150 basis poin. Kebijakan menaikkan suku bunga acuan, imbuh dia, untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik.

“Kebijakan itu yang menjadi faktor positif masuknya aliran modal asing,” aku Perry.

Penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah yang sudah berlangsung sejak minggu lalu jelas dia, juga didorong oleh faktor domestik dan global.

Faktor domestik yang menstimulus penguatan rupiah ungkap dia, antara lain data pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan banyak pihak serta angka inflasi yang rendah.

“Selain itu, juga karena adanya konfiden terhadap kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah, termasuk mulai beroperasinya DNDF,” tambah dia.

DNDF atau Domestic Non-Deliverable Forward sejak awal beroperasi pada 1 November lalu menurut dia, sudah berkembang cukup baik pada sisi permintaan dan pasokan terhadap mata uang asing sehingga menambah kedalaman pasar valuta asing dalam negeri.

“Sejak awal berlaku akumulasi volume transaksinya sekitar USD115 juta dan supply demand-nya bergerak sangat seimbang,” ucap Perry.

Sementara untuk faktor luar negeri yang mempengaruhi penguatan rupiah, tambah dia, adalah meredanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi China.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA