Bank Indonesia: Rupiah menguat 1,8% efek perbaikan ekonomi global

Penguatan ini menurut Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang cukup baik

Bank Indonesia: Rupiah menguat 1,8% efek perbaikan ekonomi global

JAKARTA

Bank Indonesia menyampaikan rupiah mengalami apresiasi atau penguatan nilai tukar terhadap dolar sebesar 1,8 persen year to date.

Menurut Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, penguatan ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang cukup baik.

“Trade war telah diantisipasi dan akan menghasilkan keputusan yang positif bagi pasar,” ungkap Dody seusai salat Jumat di Jakarta.

Dody mengatakan bank sentra AS the Fed juga sudah memperlihatkan sikap yang cukup dovish dengan masih menimbang-nimbang kenaikan Fed Fund Rate pada tahun ini yang akan menenangkan pasar keuangan secara keseluruhan.

“Kenaikan Fed Fund Rate masih akan terjadi, tapi frekuensinya kemungkinan lebih kecil dari perkiraan di awal tahun,” jelas dia.

Faktor penguatan nilai tukar rupiah dari sisi domestik menurut Dody, adalah besarnya aliran modal asing yang masuk akibat sedikit membaiknya kondisi global.

Secara year to date pada Januari ini, dia mengungkapkan ada Rp6,8 triliun aliran modal yang masuk dari berbagai instrumen seperti SBI, SBN, SBSN, saham, dan obligasi korporasi. Rupiah menurut dia, masih akan menguat meskipun BI tidak berbicara penguatan akan berada pada level berapa.

“Tentunya BI akan tetap menjaga fundamental nilai tukar rupiahnya berada di situ,” tegas Dody.

Meski begitu, Dody mengatakan BI masih tetap mewaspadai ketidakpastian dari sisi global. Beberapa negara mengoreksi pertumbuhan ekonominya ke bawa seperti Eropa, Jepang, dan China.

“Kebijakan China memotong reserve requirement (giro wajib minimum) sebagai salah satu upaya mereka menahan perlambatan ekonominya,” urai Dody.

Kemudian ekonomi Amerika Serikat menurut Dody, masih cukup solid meskipun pertumbuhannya tidak secepat 2018.

“Uncertainty (ketidakpastian) global masih harus kita kalkulasi meskipun di awal tahun berdasarkan kalkulasi dan gambaran kita masih cukup positif di pasar keuangannya,” jelas Dody.

Dia berharap dukungan ekonomi domestik akan berikan sentimen pasar yang positif.

Perekonomian domestik, menurut Dody, memiliki kondisi yang cukup baik dengan membaiknya angka cadangan devisa, inflasi rendah, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan IV yang masih bagus.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA