Arah kebijakan sejumlah bank sentral kawasan menuju netral

Kenaikan suku bunga the Fed pada tahun ini tidak setinggi perkiraan. Kemungkinan the Fed paling banyak menaikkan suku bunga hingga dua kali atau mungkin hanya satu kali

Arah kebijakan sejumlah bank sentral kawasan menuju netral

JAKARTA

Bank Indonesia (BI) mengatakan arah kebijakan yang ditempuh beberapa bank sentral di kawasan mulai menuju ke arah netral setelah sebelumnya mengambil kebijakan ketat (hawkish).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral India sudah menurunkan suku bunganya, begitupun dengan bank sentral Thailand. Namun untuk bank sentral Filipina kemungkinan masih menembuh kebijakan moneter ketat.

“Esensinya bahwa memang benar arah kebijakan moneter global khususnya di AS tidak seketat yang kita perkirakan sebelumnya,” jelas Perry seusai shalat Jumat di Jakarta.

Perry menambahkan kenaikan suku bunga the Fed pada tahun ini tidak setinggi perkiraan. Kemungkinan the Fed paling banyak menaikkan suku bunga hingga dua kali atau mungkin hanya satu kali.

“Bahkan ada yang memperkirakan tidak ada kenaikan. Tapi masih ada uncertainty,” imbuh dia.

Perry menjelaskan respon masing-masing bank sentral terkait kemungkinan langkah yang ditempuh the Fed akan sangat ditentukan oleh kondisi masing-masing negara.

Dia mengatakan Indonesia saat ini memang mengalami inflasi rendah yang kemungkinan akan lebih rendah dari titik tengah sasaran. Ekonomi juga terus membaik seperti rilis PDB yang lebih tinggi dari perkiraan dengan permintaan domestik yang cukup kuat.

Menurut Perry, tingkat kredit juga terus mengalami peningkatan. Sementara kalau dilihat dari kondisi neraca pembayaran khususnya defisit transaksi berjalan (CAD), BI bersama pemerintah terus berusaha untuk memperbaiki CAD agar tetap terkendali

“Sampai sejauh ini kami masih memegang arah kebijakan yang sudah kami sampaikan tingkat suku bunga hampir mencapai puncaknya,” urai Perry.

Menurut dia, BI akan terus mengkaji ulang perkembangan ekonomi domestik dan global setiap bulannya untuk menentukan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

“Kebijakan moneter dan suku bunga masih kita arahkan untuk menjaga stabilitas khususnya stabilitas eksternal baik dari sisi nilai tukar maupun defisit CAD bisa menurun,” ungkap dia.

Akan tetapi, Perry menambahkan meskipun arah suku bunga masih seperti itu, namun kebijakan likuiditas tetap akan dikendurkan.

“Likuiditas perbankan sudah kami lakukan injeksi melalui operasi moneter melalui swap dan term repo, secara keseluruhan kondisi likuiditas perbankan sangat cukup bagi perbankan untuk salurkan kredit,” tambah Perry.

Dia melanjutkan bahwa dari sisi kebijakan likuidtias tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan. Sementara kebijakan suku bunga masih diarahkan untuk menjaga dan memperkuat stabilitas nilai tukar dan bersama pemerintah tetap berusaha menurunkan CAD.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA