Tidak Sepaham Menilai GBLA, Dodo : Harus Ada Pihak Netral

Keberadaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, (saat itu) Dada Rosada pada Mei 2013, akhir akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Stadion terbesar ke 2 yang bertaraf Internasion

Tidak Sepaham Menilai GBLA, Dodo : Harus Ada Pihak Netral

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Keberadaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, (saat itu) Dada Rosada pada Mei 2013, akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Stadion terbesar ke-2 yang bertaraf Internasional setelah Gelora Bung Karno ini, dikabarkan gagal menjadi saksi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. "Peluang GBLA untuk ajang PON 2106 nanti, saya pribadi belum bisa memastikan ya. Karena kalau seperti yang saya baca, kerusakannya justru lebih banyak di pelatarannya bukan di gedung bangunannya. Terus saya kira, kalau struktur bangunan gedungnya sudah memenuhi syarat untuk menahan beban banyak penonton, harusnya sudah tidak ada kekhawatiran untuk bisa ambruk ya", papar Arsitek ITB dan Tim Penasehat Kementrian Pekerjaan Umum Untuk Pengembangan Perkotaan dan Pemukiman, Ir. Dodo Juliman kepada PRFM. Dodo menambahkan, rancangan spesifikasi teknis yang sudah dirancang baik perencana maupun arsitek dinilainya sudah cukup kuat melihat fondasi bangunannya yang memakai tiang pancang. Namun, semuanya tetap harus dilakukan pengecekan secara benar dan detail. Karena apabila ada bagian gedung dengan retak yang cukup signifikan, dikhawatirkan gedung tersebut bisa mengalami mal-fungsi ketika nanti digunakan untuk kegiatan olahraga. Selain segi bangunan, Dodi pun menyoroti konstruksi jalan di sekitar Desa Rancanumpang, Kec. Gedebage tersebut. "Kalau memang tanah permukaan wilayah tersebut kurang stabil, maka harus ada konstruksi khusus untuk jalan ini yang nantinya pasti dilewati oleh kendaraan berat seperti bus pemain ataupun penonton itu sendiri. Jangan sampai disamakan dengan konstruksi jalan-jalan kelas lingkungan. Ini harus setara dengan jalan tol yang bisa menahan kendaraan setingkat truk tangki sekitar 30.000 L atau sekitar 30 ton". Dodi menyarankan, apabila ada ketidaksepahaman antara pihak satu dan dua, harusnya ada pihak ke tiga yang diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian sebagai pihak yang netral. Sehingga, hal ini bisa dijadikan sebagai titik tolak dalam memutuskan, apakah nantinya Stadion GBLA layak digunakan atau tidak mengingat ajang PON 2016 sudah cukup dekat. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA