Tak Punya Lahan Abadi, Lahan Pertanian di Cimahi Terancam Musnah

Dengan jumlah penduduk yang hampir setiap tahunnya bertambah, alih fungsi lahan pun semakin pesat. Akibatnya, lahan produktif dijadikan perumahan untuk menunjang pertambahan penduduk. Padahal, sektor pertanian merupakan sektor strategis yang berperan pe

Tak Punya Lahan Abadi, Lahan Pertanian di Cimahi Terancam Musnah

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Dengan jumlah penduduk yang hampir setiap tahunnya bertambah, alih fungsi lahan pun semakin pesat. Akibatnya, lahan produktif dijadikan perumahan untuk menunjang pertambahan penduduk. Padahal, sektor pertanian merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam perekonomian untuk kelangsungan hidup masyarakat. Dengan adanya alih fungsi lahan tersebut, otomatis lahan pertanian akan semakin berkurang. Hal ini tentu saja memberi dampak negatif ke berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Kabid Pertanian dan Ketahanan Pangan, Diskopindagtan Kota Cimahi, Asep Herman Suyatno mengatakan, alih fungsi lahan di Cimahi sudah sangat pesat. Terhitung dari tahun 2013, luas lahan pertanian di Cimahi 276 hektare sawah. Akan tetapi, seiring bertambahnya jumlah penduduk, sampai saat ini diperkirakan tinggal 130 hektare sawah. "Itu karena kita tidak punya lahan abadi. Sedangkan alih fungsi lahan bukan kewenangan kita untuk menahan seseorang yang mau menjual atau membuat bangunan di areal persawahanya," terang Asep, Rabu, (25/4/2016). Menurutnya, sawah di Cimahi rata-rata milik pribadi. Kemungkinan besar, mereka (pemilik sawah) lebih memilih menjual sawahnya untuk bangunan ketimbang mengandalkan penghasilan dari sawahnya. "Mungkin bagi mereka lebih menguntungkan dijual dari pada dijadikan lahan pertanian," ujarnya. Untuk mempertahankan lahan pertanian di Kota Cimahi, lanjut dia, pihaknya belum mempunyai lahan abadi, dan belum menganggarkan untuk pemeliharaannya. "Kalau di Kabupaten Bandung kan lahan pertaniannya cukup luas, dan harganya juga bisa terjangkau. Jadi kalau pun dibeli oleh pemerintah, tidak akan memakan biaya yang besar. Tapi, di Cimahi harganya relatif tinggi, ini yang saat ini masih jadi kendala," tuturnya. Untuk mempertahankan lahan pertanian yang ada di Cimahi, pihaknya terus berkoordinasi dengan kelompok-kelompok tani yang ada di Cimahi dengan melakukan pembinaan kepada petani, dan itu hingga saat ini masih berjalan. "Kalau untuk menjual dan melepaskan lahan tersebut dari petani, kami tidak bisa berbuat banyak, namun berbagai upaya untuk menjaga pertanian di Cimahi kami terus melakukan pembinaan," pungkasnya. (Gatot Poedji Utomo/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA