Sosialisasi Bahaya Narkoba Harus Berkesinambungan

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Provinsi Jabar, Wuryanto Sugiri mengatakan, Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pemerintah sudah dilakukan di 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat. Dia mengaku, pihaknya sudah melakuka

Sosialisasi Bahaya Narkoba Harus Berkesinambungan

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Provinsi Jabar, Wuryanto Sugiri mengatakan, Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pemerintah sudah dilakukan di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan kegiatan advokasi di Kabupaten/Kota lain di Jabar. Sebab untuk pencegahan perlu dilakukan di lingkungan pekerja, pendidikan dan masyarakat lain. " Tentunya ini harus dilakukan, untuk menekan peredaran narkoba di lingkungan Pemerintahan juga masyarakat," kata Wuryanto, Senin (23/5/2016). Untuk pemberantasan dan pencegahan narkoba, kata dia, sejumlah komunitas juga sudah berkomitmen. Sebab hal tersebut merupakan kepentingan bersama. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait obat-obatan yang dijual umum. Terlebih, saat ini banyak obat yang awalnya untuk kesehatan namun disalahgunakan. " Ada sebagian obat-obatan yang memang mengandung narkotika. Dan ini jelas harus disosialisasikan karena sudah banyak yang menyalahgunakan," terangnya. Dia menjelaskan, obat-obatan tersebut seharusnya diminum sesuai anjuran dokter dengan aturan pakainya. "Ini harus terus disosialisasikan. Obat kan diminum untuk orang sakit, bukan orang yang sehat minum obat. Jadi, masyarakat akan tahu efeknya jika mengkonsumsi obat-obatan tersebut," jelasnya. (Gatot/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA