SKTM Palsu pada PPDB, Akademisi UPI: Harusnya Ada Aturan Ketat Sejak Awal

Akademisi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Cecep Darmawan menilai, seharusnya panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) membuat aturan ketat untuk sistem penerimaan jalur non akademik. Hal itu sebagai antisipasi untuk mencegah

SKTM Palsu pada PPDB, Akademisi UPI: Harusnya Ada Aturan Ketat Sejak Awal

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Akademisi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Cecep Darmawan menilai, seharusnya panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) membuat aturan ketat untuk sistem penerimaan jalur non akademik. Hal itu sebagai antisipasi untuk mencegah adanya surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu. "Panitia PPDB harusnya antisipatif dari awal membuat aturan yang ketat," ucap Cecep melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2015). Menurut Cecep, bagi pendaftar PPDB yang terbukti menggunakan SKTM palsu harus diproses secara hukum. "Itu kan pidana. Bagi siapa saja yang memberikan keterangan palsu harus diproses secara hukum," terangnya. Selain itu, dia pun menilai sistem rayonisasi sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandung harusnya bukan hanya sekedar berdasarkan kewilayahan. Tapi harus juga melihat potensi-potensi lainnya juga. "Maksudnya kan sekolah di Bandung  belum merata secara kualitas. Jadi potensi yang lain harus digali," tegas Cecep. (Budi/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA