Realitas Teori Politik Demokrasi Pernah Terjadi di Masa Pemerintahan Megawati

Adanya fenomena teori politik dalam proses pemerintahan rezim Megawati Soekarno Putri, menjadi dalih kuat gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) layak dikukuhkan kepada anak Presiden Soekarno itu. Hal itu diakui langsung oleh Ketua Tim Promotor Gelar K

Realitas Teori Politik Demokrasi Pernah Terjadi di Masa Pemerintahan Megawati

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Adanya fenomena teori politik dalam proses pemerintahan rezim Megawati Soekarno Putri, menjadi dalih kuat gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) layak dikukuhkan kepada anak Presiden Soekarno itu. Hal itu diakui langsung oleh Ketua Tim Promotor Gelar Kehormatan Universitas Padjajaran (Unpad) Kota Bandung,  Prof Obsatar Sinaga. Obsatar menjelaskan, dalam teori demokrasi transisional yang dikembangkan Sorensen menyebutkan, proses panjang konsolidasi demokrasi mengalami masa krusial yang menentukan apakah perubahan demokrasi yang terlembagakan dalam aturan yang sistematis atau sebaliknya, kembali bangkit sistem otoritarianisme. "Dalam kehidupan Megawati, pilihan itu terjadi. Ketika muncul kepemimpinan yang tidak sesuai agenda nasional dari Presiden Abdurahman Wahid," ungkap Obsatar di Unpad Bandung, Kamis (26/5/2016). Menurutnya, dengan stabilitas politik Megawati yang kuat, manuver perubahan sistem kenegaraan sangatlah kuat. "Bisa saja Megawati mengambil sistem otoritariannya mengingat kekuasaan partainya sudah terverifikasi setelah kegagalan Gusdur dari poros tengah," katanya. Namun, dengan kekuatannya sebagai anak presiden, dan pernah jadi presiden bahkan mempunyai kekuatan menentukan siapa yang layak jadi presiden ini, menurutnya, lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. "Tapi memilih fase konsolidasi dalam perubahan demokrasi yang terlembagakan dalam aturan main yang sistematis. Fakta sejarah merupakan bagian pelajaran demokrasi bagi bangsa ini," paparnya. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA