Penempelan Stiker di Rumah Warga Miskin Harus "Beretika"

Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Ahmad Nugraha mengaku pihaknya belum mengetahui program penempelan stiker khusus di rumah warga tidak mampu yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) sebagai langkah validasi dan veri

Penempelan Stiker di Rumah Warga Miskin Harus

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Ahmad Nugraha mengaku pihaknya belum mengetahui program penempelan stiker khusus di rumah warga tidak mampu yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) sebagai langkah validasi dan verifikasi data. Meski begitu, Ahmad mengatakan pihaknya mendukung program tersebut jika dilakukan untuk memvalidkan data agar tidak terjadi bentuk data bodong atau pihak yang mengaku miskin. Meski begitu, Ahmad juga meminta kepada Pemkot Bandung dalam hal ini Dinsosnangkis untuk membuat stiker yang beretika dari penulisannya atau penempelannya. Ia berharap stiker yang akan dipasang tidak mendiskreditkan warga tidak mampu sehingga yang bersangkutan merasa termarginalkan karena keadaan. "Bagaimanapun kan kita sepakat, miskin itu bisa karena struktural atau sistem. Harus diperhatikan dengan benar. Bentuk stikernya seperti apa kan saya belum tahu, apakah menandakan warga miskin dengan tulisannya seperti apa gitu. Janganlah, jangan seperti itu. Tulisannya misal seperti zaman Orba dulu, ada kata prasejahtera atau lainnya," kata Ahmad melansir PRFM, Rabu (27/9/2017). Dalam proses pendataan, Ahmad juga meminta petugas yang melakukan survei lebih teliti supaya tidak ada pihak atau warga yang berhak menerima bantuan kehilangan haknya. Bahkan, survei yang dilakukan pun dinilai kurang jika hanya dilakukan satu tahun sekali. "Harus rutin dilakukan survei, bukan satu tahun sekali. Data kan bisa berubah-ubah karena manusia juga mengalami perkembangan. Pertumbuhannya pasti berbeda setiap tahunnya," tutur Ahmad. (Vetra)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA