Pemkot Cimahi Berikan Wawasan PJAS ke Seluruh Pedagang di Cimahi

Untuk menjaga kesehatan pada anak harus dilakukan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi sehari hari. Baik di rumah maupun di luar rumah. Agar kesehatan anak tetap terjaga, setiap pemerintah daerah pun harus turun tangan, sebab, anak merupakan gene

Pemkot Cimahi Berikan Wawasan PJAS ke Seluruh Pedagang di Cimahi

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Untuk menjaga kesehatan pada anak harus dilakukan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Baik di rumah maupun di luar rumah. Agar kesehatan anak tetap terjaga, setiap pemerintah daerah pun harus turun tangan, sebab, anak merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan mulai mengedepankan program kesehatan dunia dengan melakukan pembinaan kepada para pedagang dan pembuat Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Wali Kota Cimahi, Atty Suharti mengatakan, pembinaan ini sebagai tanggung jawab bersama untuk dapat menjaga secara preventif kesehatan anak-anak sekolah pada saat ini dan di masa yang akan datang. "Kota Cimahi yang merupakan rumah kita, harus menjadi rumah yang sehat. Makanya harus diisi dengan anak-anak yang sehat juga. Kalau tidak begitu, siapa lagi yang harus menciptakan dan memelihara rumah kita kalau bukan dari kita sendiri, walau pun rumah kita ini terbatas, rumah kita ini harus bersih, tertib, sehat dan indah," jelas Atty, Kamis (26/5/2016). Atty melanjutkan, saat ini di Indonesia program kesehatan dunia tersebut telah ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan pengawasan PJAS secara khusus yang telah digagas oleh Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM). "Ini sudah seharusnya dilaksanakan oleh seluruh Pemda dan jajarannya seperti kepala sekolah dan instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan," ujarnya. Masih ditemukannya jajanan anak yang tidak lulus saat diuji sampelnya, hal itu bukan karena ada kesengajaan dari pedagang untuk menjual jajanan yang tidak layak dikonsumsi. Namun, ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bahan makanan dan proses pembuatannya serta zat-zat yang dianggap berbahaya buat makanan. "Makanya kami akan terus melakukan pembinaan kepada para pedagang agar mereka menjual dagangan yang layak dikonsumsi. Sehingga kesehatan anak pun bisa tetap terjaga," ungkapnya. Atty berharap, dengan mengikuti pembinaan ini dapat meningkatkan pengetahuan pengelola kantin maupun warung sekolah di Kota Cimahi, untuk bisa mewujudkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi. "Ini harus terwujud untuk menyelamatkan anak-anak dan kota kita tercinta ini," pungkasnya. Salah satu pedagang jajanan sekolah, Tin Suhartini (45) mengaku, dalam pembinaan yang dilakukan oleh Pemkot Cimahi dirinya banyak mendapat pengetahuan mengenai pangan dan jajanan. "Jadi tahu ternyata kalau pakai kertas koran untuk bungkus makanan itu berbahaya. Menggunakan penyedap rasa juga jangan asal pakai," tutur Tin yang mengaku berjualan gorengan dan nasi uduk di SDN Cibeber Mandiri 1 ini. (Gatot Poedji Utomo/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA