Pemkot Bandung Diminta Manusiawi Tangani Warga Terdampak Proyek Rumah Deret Tamansari

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus secepatnya menindaklanjuti keluhan warga yang terkena dampak dari rencana pembangunan rumah deret Tamansari. Pemkot Bandung diminta untuk lebih manusiawi terkait relokasi warga terdampak. Hal tersebut diungkapkan a

Pemkot Bandung Diminta Manusiawi Tangani Warga Terdampak Proyek Rumah Deret Tamansari

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus secepatnya menindaklanjuti keluhan warga yang terkena dampak dari rencana pembangunan rumah deret Tamansari. Pemkot Bandung diminta untuk lebih manusiawi terkait relokasi warga terdampak. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan yang mengaku kerap mendapat keluhan dari warga terkait proyek pembangunan rumah deret Tamansari. Warga terdampak proyek rumah deret Tamansari menilai jika kebijakan yang diambil Pemkot Bandung tidak berpihak. "Kita sudah beberapa kali menerima warga yang mengadu terkait pembangunan rumah deret itu. Pemkot Bandung kan seharusnya bisa mengantisipasi hal itu," ujar Erwan saat ditemui di Graha DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bandung itu pun menilai jika sejumlah kebijakan yang diambil Pemkot Bandung justru tidak manusiawi. Salah satunya terkait tempat relokasi atau tempat tinggal sementara bagi para warga yang terkena dampak. Warga terdampak sendiri diberikan pilihan untuk pindah ke rumah susun Rancacili atau mencari sebuah kontrakan selama proyek rumah deret Tamansari tersebut dalam pengerjaan. "Tapi yang tidak manusiawinya, kenapa hanya menganggarkan dana antara Rp5 juta sampai Rp6 juta per-tahun untuk satu kontrakan. Memang ada harga kontrakan segitu? Tolong manusiawi juga ini Pemkot Bandung," tegasnya. Selain itu, lanjut Erwan, dari sisi jarak yang harus di tempuh warga jika memilih pindah sementara ke rumah rusun Rancacili. Pasalnya, banyak dari anak-anak warga terdampak yang bersekolah tak jauh dari tempat tinggal sebelumnya. "Ini juga harus dipikirkan Pemkot Bandung. Kalau mereka pindah ke Rancacili, bagaimana dengan sekolah anak-anak dari warga terdampak. Belum lagi harus memikirkan ongkosnya," tambahnya. Untuk itu, Ketua DPC Partai Demokrat ini pun meminta Pemkot Bandung untuk mengkaji ulang kebijakan yang sudah diambil sehingga benar-benar berpihak kepada warga. Mulai dari harga sewa kontrakan hingga pilihan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. "Kalau untuk penataan, saya setuju. Tapi jangan juga dilupakan terkait solusi bagi warga terdampak. Bisa saja Pemkot Bandung siapkan lahan untuk tempat tinggal atau mencarikan kontrakan bagi warga terdampak," pungkasnya. Seperti diketahui, Pemkot Bandung berencana melakukan penataan di kawasan Tamansari dengan membangun rumah deret. Pembangunan rumah derat Tamansari sendiri akan dilakukan dengan konsep ramah lingkungan. Proyek ini dibangun di atas luas lahan milik Pemkot Bandung yang mencapai 8.000 meter persegi dan sedikitnya ada 193 keluarga terdampak dalam proyek pembangunan tersebut. Untuk proyek rumah deret Tamansari ini, diperkirakan akan menghabiskan dana mencapai Rp70 milyar dari perkiraan lelang awal sebesar Rp120 milyar. Proyek rumah deret Tamansari yang dibangun tepat dibelakang pertokoan Balubur Town Square (Baltos) ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2018 mendatang. (ageng/bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA