Pemkab Bandung Layangkan Surat Peringatan Kepada 126 Perusahaan Penghasil Limbah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melayangkan surat peringatan, pada 126 perusahaan yang menghasilkan limbah. Asep menegaskan, jika ada perusahaan yang masih tidak mengindahk

Pemkab Bandung Layangkan Surat Peringatan Kepada 126 Perusahaan Penghasil Limbah

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melayangkan surat peringatan, pada 126 perusahaan yang menghasilkan limbah. Asep menegaskan, jika ada perusahaan yang masih tidak mengindahkan teguran tersebut, maka akan terancam sanksi yang lebih berat sesuai peraturan perundang-undangan. "Kami sudah melakukan beberapa langkah penanganan. Namun jika masih ada perusahaan yang tidak serius menanggapinya, maka sesuai Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pada pasal 100 akan kena pidana penjara 3 tahun dan denda 3 miliar," tegas Asep dirilis laman resmi Pemkab Bandung, mengutip PRFM, Rabu (27/9/2017). Lebih lanjut Asep menjelaskan, dalam UU 32 tahun 2009 dikatakan, setiap orang yang melanggar baku mutu air limbah, emisi, atau baku mutu gangguan, akan di pidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 3 miliar. "Maka saya pastikan, untuk perusahaan yang masih tidak mengindahkan teguran administratif yang kami layangkan seperti surat peringatan dan surat paksaan pemerintah sebelumnya, akan ada tindakan lebih tinggi seperti pidana penjara dan denda," ujar Asep. Asep menambahkan, sesuai arahan Bupati Bandung, semua pelaku usaha sudah diberikan hak nya untuk berusaha secara sah dikabupaten Bandung sehingga harus tumbuh kesadaran dan integritas yang kuat dari perusahaan, untuk memenuhi kewajiban khususnya dalam pengelolaan limbah. "Sebagaimana telah dituangkan dalam dokumen lingkungan dan perijinan usahanya, sehingga memberikan kontribusi yang konkret untuk mencegah kerusakan lingkungan termasuk tentunya sungai citarum dan Cisangkuy," terangnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA