Pasca Kasus Korupsi SPPD, PNS Cimahi Paranoid

Pasca putusan kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD Kota Cimahi tahun anggaran 2011, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Sekretaris DPRD (Sekwan) dilanda paranoid, atau kekhawatiran yang berlebihan. Hal tersebut diakui s

Pasca Kasus Korupsi SPPD, PNS Cimahi Paranoid

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pasca putusan kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD Kota Cimahi tahun anggaran 2011, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Sekretaris DPRD (Sekwan) dilanda paranoid, atau kekhawatiran yang berlebihan. Hal tersebut diakui sejumlah PNS di Pemerintahan Kota Cimahi, terutama mereka yang bertanggung jawab pada bidang anggaran. Mereka seringkali ketakutan seakan trauma dengan kasus SPPD tahun anggaran 2011 yang menyeret empat pejabat Sekretariat DPRD yaitu Edi Junaedi, Ucu Kuswandi, Erlis Eka Fitriana dan Nana Supriatna. Bahkan, informasi yang beredar di lapangan, banyak PNS yang tidak mau ditempatkan tugas di Gedung Rakyat DPRD Kota Cimahi. Sebab itu, belum lama ini ada pengajuan pengunduran dari salah satu pejabat PNS yang bertugas di Sekwan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dantje Sunanda membenarkan adanya pengajuan mundur pejabat PNS yang bertugas di Sekretariat Dewan. "Hanya seorang. Beliau hanya pensiun saja. Kebetulan memenuhi syarat, jadi pensiun," ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/7/2015). Dia menjelaskan, informasi tentang PNS yang 'was-was' bekerja di Setwan tidak benar. Semuanya masih bekerja normal, tanpa ada kendala apapun. Perjalanan korupsi SPPD DPRD Cimahi tahun 2011 itu tidak mempengaruhi kinerja PNS. "Tidak ada pengaruh karena itu (kasus korupsi SPPD DPRD Kota Cimahi). Masih wajar, (PNS) yang masuk Cimahi dan pindah," tukasnya. (Adi Suparman/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA