Makna Puasa 'Para Srikandi' di Balik Jeruji Besi

Ratusan penghuni lapas wanita kelas II Sukamiskin Bandung nampak begitu akrab kepada kami rombongan wartawan yang baru datang petang itu. caption id attachment 139427 align aligncenter width 800 Tampak Napi di Lapas Wanita Sukamiskin berkumpul d

Makna Puasa 'Para Srikandi' di Balik Jeruji Besi

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ratusan penghuni lapas wanita kelas II Sukamiskin Bandung nampak begitu akrab kepada kami rombongan wartawan yang baru datang petang itu. [caption id="attachment_139427" align="aligncenter" width="800"] Tampak Napi di Lapas Wanita Sukamiskin berkumpul di lapangan menunggu buka puasa[/caption] Kami yang rata-rata baru pertama kali menginjakan kaki di tempat tersebut merasa sedikit risih berada di antara para srikandi yang "luar biasa" itu. Mulanya kami ragu, namun ketika kami mencoba berbincang dengan seorang napi asal Kirzikstan, suasana seketika 'mencair' dan hangat. Namanya Zibak, usianya 25, dia divonis 10 tahun kurungan karena kasus heroin. Dia tertangkap di Bandara Soekarno Hatta pada akhir 2011. Dia mengaku dijebak oleh temannya yang berada di Malaysia. "Saya tidak tahu di tas tersebut ada heroinnya. Saya cuma dititipin aja," aku Zibak dengan nada pasrah. Di Ramadhan ini, kata Zibak dia benar-benar total dalam menjalankan ibadah puasa. Selain berada di tengah kaum muslim sebagai mayoritas penghuni lapas, juga banyak program untuk mendekatkan diri kepada sang khalik. "Saya ingin lebih khusu mendekatkan diri. Puasa di dalam (lapas) lebih tenang, kita bisa lebih fokus beribadah," ucap Zibak yang mengaku rindu keluarganya di Kirzikstan sana. Lain lagi dengan Regina Sabara, mantan orang kepercayaan nomor satu Gubernur DKI Fauzi Bowo, berada di hotel prodeo karena terjerat kasus narkoba. "Saya ketangkep lagi make. Itu kan masa lalu. Disini saya ingin menebus kesalahan dan memaknai hidup," kata Regina. Regina mengaku, di bulan puasa ini dirinya ingin fokus dalam menjalankan puasa. Memaknai setiap alur cerita dalam kehidupannya lewat setiap bait doa yang dia panjatkan. "Yang pasti ingin lebih baik. Lebih ikhlas menerima semua apa yang telah ditakdirkan," aku Regina yang mengaku dari tahun 1997 sudah menjadi protokol kegubernuran. Selain mereka berdua, masih banyak lagi penghuni lainnya yang punya harapan sama di bulan suci ini. Dari balik jeruji besi, terdengar sayup lantunan ayat suci Alquran bersama sejuta harapan yang membumbung tinggi melompati dinding-dinding penjara penebus dosa. Tidak ada kata terlambat untuk berubah sobat!! (Budi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA