Kepala DPKAD Kota Bandung Beberkan Mark Up Bansos

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung Dadang Supriatna menjadi saksi dalam kasus korupsi bansos dan hibah dengan tersangka Dindin Budiman di Pengadilan Tipikor Bandung. Pada persidangan, Dadang ditanya oleh Majelis Hakim

Kepala DPKAD Kota Bandung Beberkan Mark Up Bansos

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung Dadang Supriatna menjadi saksi dalam kasus korupsi bansos dan hibah dengan tersangka Dindin Budiman di Pengadilan Tipikor Bandung. Pada persidangan, Dadang ditanya oleh Majelis Hakim kenapa dana bansos dari Rp336 milyar bertambah menjadi Rp435 milyar dalam APBD tahun 2012. Dalam persidangan juga, Dadang menyebutkan mantan sekda Edi Siswadi mengenal pejabat yang menentukan pemenang dana hibah yang masuk daftar nominatif. "Saya mendapatkannya perubahan dana hibah itu dari Banggar, Daftar ini kewenangan TAPD, ketuanya Edi Siswadi," ungkap Dadang di Pengadilan Negeri Tipikor Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin (29/6/2015). Dadang menjelaskan, awal penambahan itu dimulai dengan adanya aspirasi melalui TAPD dari dewan, disampaikan pada saat rapat anggota dewan oleh Sekertariat Dewan Cepi. "Disitu ditentukan mengakomodir yang diusulkan nama organisasi dan besarannya," tukasnya. Sebelumnya, Dindin Budiman mantan bendahara hibah tahun 2012, di DPKAD Kota Bandung didakwa telah menyalurkan dana hibah tahun anggaran 2012 kepada orang yang tidak seharusnya menerima hibah. Terdakwa berperan penting sehingga terjadi korupsi. Karena yang bersangkutan dalam kasus ini, berwenang mengeluarkan dana hibah kepada penerima yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam daftar penerima yang berakibat negara dirugikan hingga Rp3 milyar. Adi

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA