Jangan Ada Stigma Negatif Terhadap Anak yang Menjalani Proses Hukum

Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laely megimbau masyarakat agar tidak memberikan penilaian negatif terhadap anak yang menjalani proses hukum. Pasalnya, menurut dia, penyebab anak di bawah umur terjerat proses hukum disebabkan ketimpangan di tat

Jangan Ada Stigma Negatif Terhadap Anak yang Menjalani Proses Hukum

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laely megimbau masyarakat agar tidak memberikan penilaian negatif terhadap anak yang menjalani proses hukum. Pasalnya, menurut dia, penyebab anak di bawah umur terjerat proses hukum disebabkan ketimpangan di tatanan sosial masyarakat, yang secara langsung berdampak pertumbuhan anak tidak terkontrol dan melampui batas norma yang berlaku. "Mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigmatisasi 'wah ini anak bermasalah hukum' dan sebagainya. Sekarang pendekatannya berbeda," ujar Yasona di Bandung, Rabu (5/8/2015). Lanjut dia, dengan optimalisasi pelaksanaan UU nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yaitu dengan membentuknya Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan Lembaga Penempatan Sementara (LPS), harus mampu mengubah pola pikir dan prilaku anak yang terjerat proses hukum agar tidak terulang lagi. "Mereka ini bukanlah manusia yang memiliki naluri jahat. Melainkan kondisi lingkungannya, tadi ada anak yang umurnya belasan tapi baru bisa baca dan menulis, hal itu terjadi kenapa? Karena semuanya disebabkan ketimpangan sosial ekonomi di kita juga," tegas dia. Sebab, tambah dia, kedepannya anak yang terjerat proses hukum tetap berhak menjadi generasi masa depan. Melalui pembinaan yang dijalani di LPAK dan LPAS menjadi stimulus agar menjadi pribadi yang bermanfaat dan berprestasi. "Bukan berarti tidak bisa menjadi pemimpin bangsa yang mewujudkan negara yang adil dan sejahteran," tukasnya. (Adi/den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA