Ini Kriteria Unit Anti Kebakaran di Pusat Perbelanjaan

Pusat perbelanjaan dinilai kawasan paling rawan terjadi insiden kebakaran. Karena itu diwajibkan menyediakan dan mengakomodasi segala bentuk antisipasinya. Hal tersebut diwajibkan dan diatur rinci dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 12 201

Ini Kriteria Unit Anti Kebakaran di Pusat Perbelanjaan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pusat perbelanjaan dinilai kawasan paling rawan terjadi insiden kebakaran. Karena itu diwajibkan menyediakan dan mengakomodasi segala bentuk antisipasinya. Hal tersebut diwajibkan dan diatur rinci dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 12/2012 tentang pencegahan, penanggulangan bahaya kebakaran dan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran. Maka, ada beberapa kriteria penyediaan alat pemadaman agar disediakan para seluruh pengelola pusat perbelanjaan di Kota Bandung. "Jika bangunan 100 meter persegi wajib memiliki APAR (Alat Pemadaman Api Ringan), bangunan 500 meter wajib memiliki hydran dan alat pendukung," papar Kepala Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung Ferdi Ligaswara, Minggu (2/8/2015). Lanjut dia, para pihak pengelola pusat perbelanjaan diimbau agar menempatkan alat pemadam (Fire Hydrant Equipment) dengan cermat dan strategis, agar saat kejadian tidak membutuhkan waktu lama para petugas damkar untuk mendapatkan alat tersebut. "Dan di atas 500 meter persegi wajib memiliki fasilitas pemadaman yang lebih kumplit lagi seperti adanya Boks Hydran dan Nozle," katanya. Dia menambahkan, alat sistem anti kebakaran sesuai prosedur di pusat perbelanjaan yang lebih dari tiga lantai wajib dipasang dan diperbarui secara berkala agar mampu meminimalisir dan cepat memadamkan titik api. "Sementara untuk bangunan tiga lantai wajib memiliki alarm sistem, springkle, detector asap detector panas dan tandom air," tukasnya. (Adi/den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA