Ini Harapan DPRD Terhadap Pemimpin Kota Bandung Lima Tahun Kedepan

DPRD Kota Bandung berharap program program pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang sudah direncanakan, akan tetap berjalan dan terlaksana sesuai target dan tidak terganggu pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 nanti. Siapapun yang terpilih me

Ini Harapan DPRD Terhadap Pemimpin Kota Bandung Lima Tahun Kedepan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : DPRD Kota Bandung berharap program-program pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang sudah direncanakan, akan tetap berjalan dan terlaksana sesuai target dan tidak terganggu pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 nanti. Siapapun yang terpilih memimpin Kota Bandung untuk lima tahun ke depan, diharapkan mampu melahirkan ide-ide baru, konsep dan gagasan kreatif, serta inovasi pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan. "Ada nuansa yang agak berbeda pada peringatan Hari Jadi Kota Bandung kali ini, karena dilaksanakan pada tahun dimana berbagai persiapan perhelatan demokrasi Pilkada Serentak pada tahun 2018 yang akan datang. Kota Bandung dan Propinsi Jawa Barat termasuk yang akan melaksanakan proses Pilkada tersebut," ujar Ketua DPRD Kota Bandung, Isa Subagja saat ditemui di Graha DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). Dalam keragaman etnis, budaya dan agama, Isa berharap, kondusifitas Kota Bandung tetap terjaga di tengah kompetisi politik yang mungkin saja relatif memanas menjelang pilkada nanti. Sebagai warga negara dan bangsa yang berbudaya luhur, pihaknya tidak menginginkan terjadinya konflik horizontal yang mengakibatkan perpecahan hanya karena perbedaan sikap politik dalam berdemokrasi. Pihaknya pun tidak menginginkan berubahnya relasi masyarakat dari pola patron client menjadi relasi kepentingan sesaat. "Pola relasi berdasarkan kepentingan yang bersifat sesaat itu pada akhirnya akan menuju pada pola relasi sosial politik transaksional dimana faktor-faktor fungsional dalam arti hubungan antar individu, antar kelompok, antar komunitas, bahkan antar golongan tidak dapat dihindari," terangnya. Selain meningkatkan kualitas kesadaran politik serta kualitas partisipasi masyarakat, lanjutnya, Pilkada Kota Bandung pun diharapkan mampu membangun serta mewujudkan local accountability. Jika local accountability ini berhasil diwujudkan, optimalisasi terwujudnya checks and balances antara lembaga-lembaga yang ada di daerah bisa berujung pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan demokrasi di level lokal. "Masyarakat pun harus mengadopsi budaya demokrasi berupa kemampuan menjadi pemenang yang baik atau good winner dan pesaing kalah yang baik atau good loser. Kita harus menghindari pola pikir linier, logika biner atau on-off logic yang hanya dapat mengerti 'aku ada, yang lain tidak ada', atau prinsip 'aku menang, yang lain pecundang'," tegasnya. Berbagai hal tersebut akan menjadi tidak rasional lagi jika kuasa kepentingan memainkan peranannya. Kuasa kepentingan ini akan merekonstruksi setiap gerakan dan komunikasi politik yang dilakukan dan dapat menimbulkan disharmoni yang membuat kanal pemisah sehingga sewaktu-waktu dapat meledak menjadi sebuah konflik yang berkepanjangan. "Itu yang harus menjadi komitmen seluruh komponen masyarakat Kota Bandung. Karena itu, keseluruhan pelaksanaan proses pilkada yang jujur, adil, demokratis, dan bersih pun harus menjadi jaminan agar tidak terjadi perpecahan pasca pilkada. Dan yang terpenting program pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang sudah direncanakan, akan tetap berjalan dan terlaksana sesuai target, siapapun nanti yang terpilih memimpin Kota Bandung pada lima tahun ke depan," pungkasnya. (ageng/bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA