Ini Bedanya Aksi Genster dan Pencurian dengan Kekerasan

Maraknya aksi komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) di Kota Bandung dipastikan terjadi bukan disebabkan kembali aktifnya geng motor. Karena itu, ada perbedaan mencolok antara aksi genster dengan pelaku pencurian dengan kekerasan biasa. Kasatreskr

Ini Bedanya Aksi Genster dan Pencurian dengan Kekerasan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Maraknya aksi komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) di Kota Bandung dipastikan terjadi bukan disebabkan kembali aktifnya geng motor. Karena itu, ada perbedaan mencolok antara aksi genster dengan pelaku pencurian dengan kekerasan biasa. Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Ngajib menjelaskan, perbedaan itu terlihat pada pelaku curas menjalankan aksinya pada jam oprasionalnya, Hal itu menurutnya sangat berbeda jauh dengan motif yang biasa dilakukan geng motor. "Biasanya kalau geng motor itu beraksi sekitar tengah malam, sedangkan dari dua kejadian yang terjadi, itu terjadi pada dini hari atau menjelang pagi," ujar Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Senin (3/8/2015). Selain aksi curas yang terjadi hingga korbannya meregang nyawa, turut juga aksi pencurian dengan kekerasan dialami Siti Maesitoh (55) dan Nita Yunita (24) ibu dan anak itu harus mengalami luka-luka setelah dijambret di Fly Over Pasupati, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Jumat (31/7) sekira pukul 05.10 WIB. Bahkan Nita Yunita harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis RS Santo Yusuf lantaran mengalami luka cukup berat di wajah, lengan dan kakinya, serta giginya tanggal 11 buah. "Kita tegaskan itu bukan geng motor, itu hanya pelaku curas biasa," tegas Ngajib. Selain itu, Ngajib menegaskan, dua kejadian pada dini hari tersebut, dari hasil pemeriksaan sementara, diduga kelompok yang melakukan aksi 365 itu merupakan satu komplotan yang sama. "Tapi ini baru dugaan saja, kita belum pastikan karena kita juga masih dalam proses penyelidikan," tukasnya. (Adi/den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA