DPRD Jabar Pertanyakan Kinerja Biro Pelayanan Sosial Pemprov Jabar

DPRD Jawa Barat merasa prihatin dengan kinerja Biro Pelayanan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kinerja salah satu biro di Pemprov Jabar itu dinilai sangat rendah. Hal tersebut tercermin dari penyerapan anggaran sarana dan prasarana keagamaan pada

DPRD Jabar Pertanyakan Kinerja Biro Pelayanan Sosial Pemprov Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : DPRD Jawa Barat merasa prihatin dengan kinerja Biro Pelayanan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kinerja salah satu biro di Pemprov Jabar itu dinilai sangat rendah. Hal tersebut tercermin dari penyerapan anggaran sarana dan prasarana keagamaan pada tahun 2014 yang hanya mencapai 32 persen. "Kita pertanyakan anggaran sarana dan prasarana keagamaan tahun 2014 yang mencapai hingga Rp215 miliar, tapi yang terserap hanya Rp68,8 miliar atau hanya sekitar 32 persen," sebut Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung kepada wartawan, Senin (29/6/2015). Untung menilai, kondisi tersebut tentunya sangat memprihatinkan, terlebih, sarana dan prasarana keagamaan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama dalam kenyamanan beribadah. "Karena itu tidak salah, pemprov menggelontrokan dana yang besar untuk sarana dan prasarana keagamaan dan mencapai Rp215 miliar di tahun 2014. Kemudian untuk perbaikan pesantren dan kobongnya Rp115 miliar. Tetapi persoalannya, pemprov tidak memiliki kemampuan maksimal untuk mengelola dana tersebut, terbukti dengan rendahnya serapan," paparnya Untung mengungkapkan, kurang optimalnya kinerja pemprov terlihat dari serapan pada anggaran untuk pembangunan asrama santri pesantren (kobong). Dimana anggaran tersebut mencapai Rp115 miliar, namun yang terserap hanya Rp76 miliar atau sekitar 72 persen. "Kinerjanya belum maksimal. Padahal kebutuhannya untuk itu lebih tinggi. Sementara serapannya tidak maksimal. Dan kita pun mempertanyakan dan ingin tahu bagaimana sebarannya, jangan sampai penerima hanya masjid atau pesantren yang itu saja. Makanya kita akan rapat lanjutan terkait masalah ini," tegasnya. (Budi/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA