DPPK Kota Bandung Hanya Bisa Maksimalkan Dua Hydrant Sebagai Sumber Mata Air

Sekretaris Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung R Hidayat mengungkapkan, pihaknya hanya bisa memaksimalkan dua hydrant sebagai sumber air satu satunya pada musim kemarau tahun ini. Terlebih sungai sungai mulai kering. Dua

DPPK Kota Bandung Hanya Bisa Maksimalkan Dua Hydrant Sebagai Sumber Mata Air

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Sekretaris Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung R Hidayat mengungkapkan, pihaknya  hanya bisa memaksimalkan dua hydrant sebagai sumber air satu-satunya pada musim kemarau tahun ini. Terlebih sungai-sungai mulai kering. Dua hydrant tersebut terletak di kawasan Supratman dan Ir H Juanda Kota Bandung. Dengan kondisi tersebut, pihaknya hanya bisa mengoptimalkan pasokan air dari dua lokasi itu. "Terpaksa kita harus hilir mudik mengambil air disana, karena hanya dua hydrant itu airnya yang paling besar. Kalau ngambil dari hydrant yang airnya kecil waktunya bisa satu jaman. Makanya kita ambil air dari dua hydrant itu meskipun jaraknya jauh," katanya. Hidayat menyebutkan, Kota Bandung memiliki 200 titik Hydrant yang tersebar di berbagai penjuru kota. Namun, hampir 99 persennya tidak dapat difungsikan. Padahal, Hydrant merupakan sumber air utama selain Sungai. "Pengelolaan dan perawatan hydrant kurang maksimal. Seharusnya pihak PDAM Tirta Wening bertanggungjawab dengan kondisi ini," tukasnya (Budi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA