Deteksi Dini Teroris, Aktipkan Kembali Siskamling dan 2x24 Jam Wajib Lapor

Salah satu cara ampuh untuk mencegah masuknya Teroris dilingkungan kita, cukup dengan menghidupkan kembali kebersamaan Siskamling di lingkungan terkecil, 2x24 jam tamu wajib lapor. Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abubakar menginstruksikan aparat kewilay

Deteksi Dini Teroris, Aktipkan Kembali Siskamling dan 2x24 Jam Wajib Lapor

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Salah satu cara ampuh untuk mencegah masuknya Teroris dilingkungan kita, cukup dengan menghidupkan kembali kebersamaan Siskamling di lingkungan terkecil, 2x24 jam tamu wajib lapor. Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abubakar menginstruksikan aparat kewilayahan untuk meningkatkan keamanan wilayah terkecil dengan mengintensifkan Siskamling dan menghidupkan kembali 2x24 jam tamu wajib lapor, ini dilakukan seiring meningkatnya aksi teror yang dilakukan kelompok radikal dan ditangkapnya teroris di Bandung Raya. " Deteksi dini ada di lingkungan terkecil, saya instruksikan sistem lapor 2x24 jam dan siskamling di masing-masing RT/RW di seluruh Kabupaten Bandung Barat lebih di tingkatkan,"ucap Bupati, Kamis(14/1/2016). Abubakar tidak menampik, beberapa wilayah bandung barat memang menjadi tempat yang strategis untuk persembunyian kelompok tertentu, belum lama ini bupati menerima informasi jika ada wilayah yang sedang dalam pantauan Intelejen negara. "Informasi yang kami terima potensi bisa terjadi seperti di wilayah Cisarua. Tapi, sejauh ini belum ada informasi yang jelas. Mudah-mudahan kita berharap wilayah ini terbebas dari persembunyian teroris dan kelompok yang meresahkan masyarakat," harapnya. Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), KH Muhammad Ridwan mengatakan, paham-paham yang di luar dengan ketentuan syariat Islam tentu membahayakan pada aqidah umat muslim. Terutama sasarannnya kepada masyarakat bawah dan juga anak-anak penerus bangsa. "Memang saat ini tidak ada lagi golongan seperti ini. Beberapa tahun ke belakang memang di KBB sempat masuk golongan NII dan Alhamdulillah sekarang sudah tidak muncul lagi," katanya. (Tri/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA