Deretan Air Terjun yang Indah di Bandung (Bagian II)

Bandung sebagai kawasan yang dikelilingi gunung punya banyak sekali objek wisata berupa air terjun. Setiap akhir pekan atau masa liburan sekolah, banyak para pelajar yang pergi berkemah untuk menikmati alam disekitar air terjun. Selain pelajar, tempat wi

Deretan Air Terjun yang Indah di Bandung (Bagian II)

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Bandung sebagai kawasan yang dikelilingi gunung punya banyak sekali objek wisata berupa air terjun. Setiap akhir pekan atau masa liburan sekolah, banyak para pelajar yang pergi berkemah untuk menikmati alam disekitar air terjun. Selain pelajar, tempat wisata air terjun juga sudah ada yang terfasilitasi jalan dan arena bermain lainnya, sehingga bisa dijadikan tempat liburan yang nyaman bersama keluarga. Berikut deretan air terjun yang indah di Bandung : 1. Curug Bubrug Curug Bubrug berada di kawasan Bandung utara, tepatnya di dekat Jalan Kol. Masturi. Sebelum mencapai air terjun, kita pertama-tama akan melewati warung-warung. Mobil bisa di parkir di areal yang cukup untuk sekitar 10 mobil. Ketika kita jalan agak masuk, kita akan langsung bisa melihat lipatan lava. Sesudahnya, kita akan disuguhi hamparan selada air yang menyerupai permadani mengambang. Ternyata selada air ini berfungsi seperti filter air sehingga airnya jernih sekali. [caption id="attachment_99898" align="aligncenter" width="368"] Curug Bubrug (Foto: Wordpress)[/caption] Untuk menuju Curug Bugbrug ini dapat ditempuh dari arah Curug Cimahi, dengan berjalan ke arah timur dan kemudian (persis di dekat sebuah jembatan) berbelok ke arah utara menyusuri jalan setapak, melewati ladang-ladang dan perkebunan selada air. Curug ini berada persis di sudut sebuah tebing patahan lembang. Selain dari arah Curug Cimahi, bisa juga dari arah Terminal Parongpong dengan terlebih dahulu masuk melewati kompleks Vila Bunga. Selanjutnya dari belakang Vila Bunga berjarak sekitar 300-an meter dengan terlebih dahulu melewati jalan besar dan setapak. Di musim penghujan, jalan menuju Curug Bugbrug, yang sebagian besar masih berupa tanah menjadi sangat becek dan berlumpur. Jadi, sebaiknya menggunakan boot atau sendal jepit saja jika mau berkunjung ke Curug Bugbrug. 2. Curug Cimahi Curug Cimahi masih sodaranya Curug Bubrug, letak curug ini dihulunya curug Bubrug. Kalau mau kesini, pergilah ke kota Cimahi, 10 km utara kota Bandung. Biaya untuk masuk ke kawasan curug ini Rp 3.000/orang. Jalan menuju curugnya bertangga-tangga dan menghabiskan waktu sekitar 10 menit. Kalau capek menuruni tangga demi tangga, bisa istirahat di warung-warung yang ada. [caption id="attachment_99899" align="aligncenter" width="368"] Curug Cimahi (Foto: Wordpress.com[/caption] Waktu paling baik untuk mengunjungi curug adalah pagi hari. Musim hujan membuat debit air terjun bagus sekali, tapi resikonya selain airnya deras, jalannya juga jadi licin. 3. Curug Siliwangi Curug Siliwangi terletak di areal wanawisata Gunung Puntang di komplek Gunung Malabar di lahan RPH Logawa, yang dikelola BKPH Banjaran, KPH Bandung Selatan. Adapun wanawisata ini berada di ketinggian 1.290 m dpl, dengan konfigurasi lapangan pada umumnya bergelombang dengan suhu udara 18 sampai 23 derajat Celsius dan curah hujan 2.000 hingga 2.500 mm/tahun. Berjarak sekitar 30 km dari Kota Bandung ke arah selatan. Dari areal wanawisata Gunung Puntang, Curug Siliwangi ini berjarak sekitar 3,5 km (dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan) dengan menyusuri jalan setapak yang cukup terjal dan menyeberangi beberapa sungai yang membelah jalan (tanpa jembatan). [caption id="attachment_99901" align="aligncenter" width="368"] Curug Siliwangi (Foto: Wordpres.com[/caption] Untuk mencapai lokasi ini tidak begitu sulit, selain dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, juga dapat ditempuh dengan kendaraan umum. Dari Terminal Kebon Kalapa naik bus jurusan Pangalengan, turun di daerah Cimaung, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angdes atau ojek menuju lokasi. Bisa juga dari Terminal Tegalega (arah M.Toha) atau Buah Batu (arah Dayeuh Kolot), naik kendaraan umum jurusan Banjaran, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan umum menuju lokasi. Di samping itu, juga dapat ditempuh dari terminal Leuwipanjang (arah Soreang). Naik jurusan Banjaran atau menumpang bus jurusan Pangalengan. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, dari pusat kota Bandung dapat melalui Soreang atau Buah Batu. Bila melaui Buah Batu ikuti saja Jalan Raya Mochamad Toha melalui Dayeuh Kolot melewati Terminal Banjaran. Dari kota kecamatan ini, jaraknya kurang lebih sekira lima kilometer sampai di persimpangan Cimaung. Hal yang perlu diingat, jangan lepaskan pandangan ke sebelah kiri, agar mudah melihat papan petunjuk menuju lokasi. 4. Curug Tilu Curug Tilu merupakan air terjun yang berada di area wana wisata CIC (Ciwangun Indah Camp), di daerah Parongpong, Lembang, tidak jauh dari Villa Istana Bunga. Nama Tilu dalam bahasa sunda artinya tiga, dengan demikian nama Curug Tilu kemungkinan berasal dari jumlah tingkatan terjunan air. Ketinggian curug ini berkisar sekitar 10 m dengan lebar sekitar 2 m. Di bagian bawahnya terdapat kolam yang memiliki kedalaman sekitar 3 m. Di atas Curug Tilu ini ke arah bantaran hulu terdapat curug lagi yang bernama Curug Putri Layung yang ukurannya lebih kecil tapi dengan kolam alami yang cukup dalam dan luas. Selama perjalanan menuju Curug Tilu ini akan ditemui banyak curug-curug kecil yang ketinggian kurang dari 3 m. [caption id="attachment_99902" align="aligncenter" width="368"] Curug Siliwangi (Foto: Blogspot.com)[/caption] 5. Curug Maribaya Maribaya memang merupakan salah satu objek wisata andalan bagi pemda Kabupaten Bandung. Objek wisata ini dulu terkenal dengan pemandaian air panasnya, namun belakangan ini jadi tenggelam setelah objek wisata pemadian air panas Sari Ater – Subang di buka. Lokasi wisata Sari Ater jauh lebih strategis karena berada di jalan raya Bandung-Subang. Pengunjung tak perlu repot-repot sengaja masuk ke jalur wisata dan melewati Pasar Lembang yang semrawut, seperti jika hendak mengunjungi Maribaya. [caption id="attachment_99903" align="aligncenter" width="368"] Curug Siliwangi (Foto: Wordpress.com)[/caption] Selain sebagai tempat wisata pemandian air panas, dilokasi ini juga terdapat air terjun yang cukup besar. Curug Omas, dengan ketinggian kurang lebih 30 meter nampaknya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung kesana. Adanya fasilitas dua jembatan pengamat dari sisi bagian atas dan bawah juga memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk bisa lebih leluasa menikmati air terjun tanpa perlu takut menjadi basah. Pengunjung bisa juga “bermalas-malasan” di areal sekitar air terjun sambil tiduran diatas tikar yang disewakan oleh penjaja cilik. Penjaja cilik itu juga dengan sigap membantu memesankan makanan yang diinginkan pengunung kepada penjual makanan yang berada di sekitar. Udara yang dingin dan pepohonan yang rindang ditambah pula dengan gemuruh suara air terjun dari kejauhan, menjadikan objek wisata ini ramai dikunjungi dihari-hari libur atau akhir pekan. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA