Dedi Mulyadi Setuju Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang akan mendukung Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendapat dukungan dari Partai Golkar Jabar. Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi menyambut baik sikap Novanto itu. Menurut dia, sikap Novanto

Dedi Mulyadi Setuju Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar  Setya Novanto yang akan mendukung Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendapat dukungan dari Partai Golkar Jabar. Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi menyambut baik sikap Novanto itu. Menurut dia, sikap Novanto patut didukung karena mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dibanding golongan. Dengan Golkar mendukung Jokowi di Pilpres 2019,  Dedi meyakini akan mengurangi kegaduhan politik yang biasa terjadi menjelang pelaksanaan Pilpres. "Saya sambut baik pernyataan Pak Setya Novanto itu. Ini untuk meredam kegaduhan menjelang pilpres," kata Dedi di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang Bandung. Dedi menyebut bahwa dukungan terhadap Jokowi ini menjadi bentuk kedewasaan Golkar dalam berpolitik. Selain mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, hal ini pun membuktikan keseriusan partainya dalam mendukung pemerintahan yang dipimpin Jokowi saat ini. Dukungan yang diberikan Golkar tidak hanya sebatas tiga tahun sisa kepemimpinan Jokowi, melainkan untuk jangka panjang hingga periode 2019-2024. "Itu merupakan bukti sikap jelas Golkar dalam mendukung pemerintahan," tegasnya. Dedi menambahkan, kepercayaan yang diberikan Golkar kepada Jokowi bukan tanpa alasan. Presiden ini dianggap berhasil selama memimpin pemerintahan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut dia, Jokowi terbukti mengedepankan aspek kepentingan publik dengan gencarnya pembangunan infrastruktur termasuk di Jabar. Dan itu dianggap hal positif, terlebih hal itu yang dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, Dedi meyakini Jokowi akan memiliki elektabilitas yang tinggi dalam Pilpres 2019 mendatang. Tingkat keterpilihan Jokowi ini akan sulit disaingi termasuk oleh kader Golkar sekali pun. Dedi mengakui, saat ini Golkar belum memiliki kader yang mampu menyaingi elektabilitas Jokowi. Terlebih untuk menjadi presiden harus memiliki elektabilitas yang tinggi. Kaitannya dengan dukungan Golkar terhadap Jokowi hanya untuk mendapat posisi menteri di pemerintahan, Dedi menyangkalnya. Menurut dia, dukungan Golkar ini tulus untuk lebih meningkatkan kualitas pembangunan nasional yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. "Kita melakukan dukungan tulus. (Posisi menteri) itu terserah Presiden, hak prerogatif Presiden. Orientasinya kepentingan negara, masyarakat, bukan partai. Persoalan menyejahterakan bisa oleh siapa pun," pungkasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA