Dalam Setahun 100 Ribu Petani "Menghilang"

Minat warga Jawa Barat untuk bertani terus berkurang. Bahkan sekitar 100 ribu petani di Jabar menghilang dalam setahun. Anggota Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira mengatakan, jika pada 2003 silam jumlah petani mencapai 4 juta lebih, di 2013 jumlah

Dalam Setahun 100 Ribu Petani

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Minat warga Jawa Barat untuk bertani terus berkurang. Bahkan sekitar 100 ribu petani di Jabar menghilang dalam setahun. Anggota Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira mengatakan, jika pada 2003 silam jumlah petani mencapai 4 juta lebih, di 2013 jumlah itu berkurang menjadi 3 juta petani. "Jadi dalam setahun, petani di Jabar berkurang 100 ribu," jelas Eka di Bandung, Kamis (6/8/2015). Hal itu sangat memprihatinkan, terlebih dalam kurun waktu 10 tahun, jumlah petani berkurang hingga 5 juta. Padahal, sektor ini sangat penting, apalagi jumlah penduduk yang terus meningkat.  Saat ini orang tidak tertarik lagi menjadi petani walau diberikan insentif, seperti traktor, benih, hingga alat menanam. "Masyarakat enggan menjadi petani," jelasnya. Menurut dia, hal itu terjadi karena sektor pertanian tidak memberikan keuntungan maksimal. Terlebih dengan murahnya harga jual produk pertanian lokal atau tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan petani. "Misalnya beras yang hanya dihargai Rp7 ribu. Itu tidak menyejahterakan petani," katanya. Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan sejumlah langkah agar minat masyarakat untuk bertani kembali meningkat. Kesejahteraan petani harus lebih terjamin sehingga harga pangan hasil mereka harus dihargai layak. "Solusinya, petani harus bisa menjual sesuatu yang nilainya lebih tinggi. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam bertani," ucapnya. Dengan kata lain, pemerintah jangan ragu menyontoh pola pertanian di luar negeri, seperti Thailand dan Vietnam. Di Thailand lebih modern dalam mengelola pertaniannya. "Petani harus disorong agar lebih modern dan mampu menghasilkan produk turunan. Bahkan para kelompok tani harus bisa berhububgan langsung dengan dunia industri," tuturnya. Intinya, harus mendekatkan pertanian dengan industri jika ingin menyejahterakan petani dan meningkatkan daya saing. Dengan begitu, petani bisa mengembankan hasil panennya. "Tapi bukan skala besar, cukup kelompok taninya," tukasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA