Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso Mengeluh

Kenaikan harga daging sapi imbas dari diberlakukannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen untuk sapi impor. Hal itu dikeluhkan para pedagang makanan yang menggunakan bahan dasar daging Sapi. Pedagang Bakso yang sehari hari mangkal di Kompleks Perka

Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso Mengeluh

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Kenaikan harga daging sapi imbas dari diberlakukannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen untuk sapi impor. Hal itu dikeluhkan para pedagang makanan yang menggunakan bahan dasar daging Sapi. Pedagang Bakso yang sehari-hari mangkal di Kompleks Perkantoran Kabupaten Bandung Barat, Samijo (45) membenarkannya. Dia mengaku, sejak tiga hari terakhir ini kesulitan mencari daging sapi karena stok dari pedagang berkurang. " Sudah harganya naik, eh di pasaran sulit didapat. Akhirnya, saya terpaksa mencari ke pasar yang jaraknya lebih jauh hingga ke Pasar Caringin," ujar Samijo, Jum'at (22/1/2016). Sementara menurut pedagang Sop Buntut di kawasan Lembang, Habibi (35) mengeluhkan harga Karkas (daging dan tulang tanpa kepala kaki-red) naik menjadi Rp90 ribu per kg. Selain itu, pasokannya juga minim. Senada dikatakan Iyan Sopian (35). Diberlakukan PPN  berdampak pada naiknya harga Karkas hingga mencapai Rp90 ribu per kg. Sedangkan harga timbang hidup mencapai Rp45 ribu per kg yang sebelumnya hanya Rp40 ribu per kg. Kenaikan tersebut sejak lima hari yang lalu " Daging impor PPN-nya masuk ke pedagang. Jadi otomatis harga daging juga jadi naik, karena harga Karkasnya sudah naik," kata Iyan. Hamdan (55) juga mengeluhkannya. Sejak Senin (18/1/2016) lalu, harga daging mengalami kenaikan. Bahkan, selain naik, stok daging sapi baik lokal maupun impor sulit didapat. "Biasanya stok daging sapi tidak terbatas. Mau berapa pun permintaan kita pasti ada. Tapi saat ini di jatah lima sampai enam ekor sapi saja perhari," ungkap pedagang yang biasanya bisa menjual daging sapi satu hingga dua kwintal per harinya. (Tri/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA