Cegah Peristiwa Tabrak Lari, Kondisi JPO Kota Bandung Harus Dievaluasi

Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta By Pass, tepat di depan Metro Margahayu pada Senin (3 08 15) pagi tadi. Kejadian tersebut menewaskan seorang ibu yang tertabrak oleh kendaraan mobil box saat sedang menyebrang di lajur lambat. Menang

Cegah Peristiwa Tabrak Lari, Kondisi JPO Kota Bandung Harus Dievaluasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta By Pass, tepat di depan Metro Margahayu pada Senin (3/08/15) pagi tadi. Kejadian tersebut menewaskan seorang ibu yang tertabrak oleh kendaraan mobil box saat sedang menyebrang di lajur lambat. Menanggapi hal tersebut, Sosiolog Fisip Unpad, Ari Ganjar, S.Sos, M.Si, P.hd kepada PRFM, Senin (3/08/15) menuturkan, “Masyarakat sekarang cenderung malas untuk sedikit bersusah payah dalam melakukan aktivitasnya. Dalam konteks ini, kondisi beberapa Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Kota Bandung kan infrastrukturnya kurang layak; kondisi tangga yang curam, ada keluarga gepeng yang tinggal, dsb. Ini yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak nyaman, sehingga membuat masyarakat lebih mengambil risiko untuk menyebrang langsung daripada melewati JPO”. Ari menjelaskan, hal utama yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Kota Bandung mengenai JPO adalah kondisi infrastrukturnya yang harus dibenarkan lagi, sehingga layak dan aman digunakan oleh masyarakat. Selain itu, sebagian besar fungsi dari JPO di Kota Bandung selama ini kebanyakan mengandung unsur dimensi komersial karena dijadikan sebagai tempat reklame. “Untuk saat ini, kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Karena selama ini, sebagian besar faktor dari kejadian serupa diakibatkan perilaku masyarakat yang melanggar aturan yang berlaku. Jadi bisa dibilang, ada multi faktor dibelakangnya. Namun, dalam hal ini, pemerintah harus tetap menggalakkan apa bahayanya jika tidak menggunakan JPO dan apa manfaatnya bila menggunakan JPO. Usaha itu bisa didukung dengan memasang semacam poster atau bentuk lainnya dengan menyertakan angka kecelakaan dsb. Jadi masyarakat bisa menilai sendiri fungsi dari adanya JPO itu”, pungkasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA