Bareskrim Harus Terus Ungkap Tersangka Kasus Korupsi GBLA

Selama dua tahun kasus korupsi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ditangani Bareskrim Mabes Polri. Namun, Bareskrim baru menetapkan YAS, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, sebagai tersangka. Direktur Center for B

Bareskrim Harus Terus Ungkap Tersangka Kasus Korupsi GBLA

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Selama dua tahun kasus korupsi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ditangani Bareskrim Mabes Polri. Namun, Bareskrim baru menetapkan YAS, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, sebagai tersangka. Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Ucok Sky Khadafi menjelaskan, Bareskrim Mabes Polri bersikap diskriminatif dengan belum bertambahnya tersangka dalam kasus itu. Seharusnya, Bareskrim menetapkan tersangka lain dalam kasus korupsi yang cukup menyita perhatian masyarakat Jawa Barat itu. "Setiap kasus korupsi itu selalu dilakukan berjamaah, apalagi kasus Stadion GBLA. Bareskrim harus kembangkan kasus GBLA ke pihak perusahaan, kontraktor atau bisa ke posisi yang lebih atas atau posisi di sampingnya," ungkap Ucok, Selasa (24/5/2016). YAS dijadikan tersangka lantaran posisinya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Menurut Ucok, posisinya itu paling bawah jika dalam suatu kasus korupsi. YAS dalam jabatannya itu hanya pelaksana dan bukan pihak yang menentukan. "YAS ini juga harus 'bernyanyi' atau menjadi justice kolabolator supaya membongkar semuanya. Tidak mungkin dia sendiri. Dia hanya dikorbankan, makanya bisa dikembangkan dari situ," kata Ucok. Menurut Ucok, hal ini terkesan jalan di tempat, hingga memberikan penilaian buruk untuk Bareskrim Mabes Polri. Dia menambahkan, belum adanya alat bukti untuk mengembangkan kasus itu bukan alasan yang masuk akal mengingat sudah berjalan hampir dua tahun. "Tiga sampai enam bulan itu seharusnya sudah ada beberapa tersangka. Kalau sampai bertahun-tahun itu berarti masuk angin. Tidak mungkin tidak dapat data atau dokumentasi, itu tidak masuk akal," kata Ucok. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA