Antisipasi Kemarau, Dana Raksa Desa Kabupaten Bandung Siap Dikucurkan

Bupati Bandung Dadang Naser mengimbau aparat desa membuat artesis di pemukimannya. Hal itu penting dilakukan demi menjaga pasokan air di wilayahnya di tengah kemarau yang melanda. Pasokan air bersih di PDAM Tirta Raharja hanya mampu memenuhi 7 persen d

Antisipasi Kemarau, Dana Raksa Desa Kabupaten Bandung Siap Dikucurkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Bupati Bandung Dadang Naser mengimbau aparat desa membuat artesis di pemukimannya. Hal itu penting dilakukan demi menjaga pasokan air di wilayahnya di tengah kemarau yang melanda. "Pasokan air bersih di PDAM Tirta Raharja hanya mampu memenuhi 7 persen dari total kebutuhan. Jadi aparatdesa yang terkendala air diimabau membuat artesis," kata Dadang, Selasa (4/8/2015). Saat ini hanya ada dua kecamatan yang masih rawan kekeringan, yakni Rancaekek dan Cikancung. Untuk itu pihaknya menyarankan aparat desa mengajukan dana ke Pemkab Bandung untuk mengatasi kekeringan tersebut. "Ada anggaran Rp10 juta per desa, dan itu memang dana program Raksa Dana," katanya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira mengungkapkan, ada sekitar 3.387 hektar lahan pertanian di 24 kecamatan terancam kekeringan. Kondisi terparah terjadi di Baleendah dan Ciparay. "Sejauh ini, sudah ada bantuan berupa 200 pompa penyedot air yang dikirim ke kelompok tani setempat," kata Sofian. Selain kekeringan, lahan pesawahan di Kabupaten Bandung pun mengalami puso. Puso terjadi di dua kecamatan, seperti Baleendah dan Katapang Selain itu, ada sekitar 70 hektar lahan persawahan yang sudah puso. Puso ini terjadi di dua kecamatan, Baleendah seluas 60 hektar dan Katapang seluas delapan hektar. Atas kondisi tersebut, Kabupaten Bandung terancam kehilangan  produksi hingga 420 ton dengan asumsi satu hektar memproduksi 6 ton gabah kering giling (GKG). "Kebanyakan yang gagal panen terjadi di sejumlah titik yang jauh dari sumber air," tukasnya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA