Umat Kristen Ortodoks Turki rayakan Natal

Karena perbedaan dalam kalender, umat Kristen Ortodoks merayakan Natal pada 7 Januari

Umat Kristen Ortodoks Turki rayakan Natal

ISTANBUL 

Sebuah misa malam Natal diadakan oleh Keuskupan Ortodoks Yunani Fener di Istanbul, Minggu.

Perayaan dimulai pada Minggu pagi dengan misa yang diadakan di Gereja Hagia Yorgi yang dipimpin oleh uskup Bartholomew dan Metropolitan Epiphany dari Gereja Ortodoks baru Ukraina.

Pada Sabtu, Gereja Ortodoks Ukraina secara resmi mendapatkan kebebasan pada sebuah upacara di Istanbul setelah menerima Tomos Autocephaly (otonomi) dari Patriot Ortodoks Yunani Muda Bartholomew di Gereja Ortodoks Yunani Istanbul.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan istrinya Marina Poroshenko bersama dengan sejumlah turis dari Yunani juga hadir dalam kebaktian.

Selama pidatonya, Bartholomew mengatakan misa pada hari itu menandai langkah awal kebebasan Gereja Ortodoks dan kehadiran Poroshenko dalam upacara itu memberi mereka kekuatan.

Kebaktian itu akan dilanjutkan dengan ritual di dermaga Fener, Tanduk Emas, di mana sang uskup akan melemparkan salib besar ke laut untuk diambil oleh sekelompok perenang.

Karena perbedaan dalam sistem kalender, banyak gereja Ortodoks merayakan Natal pada 7 Januari, bukan 25 Desember.

Beberapa negara termasuk Rusia, Georgia dan Armenia merayakan Natal pada Januari.

Mayoritas gereja Ortodoks di seluruh dunia menggunakan kalender Julian, dibuat di bawah pemerintahan Julius Caesar pada 45 SM, bukan kalender yang umum digunakan, Gregorian, yang diusulkan oleh Paus Latin Gregory dari Roma pada 1582.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA