Turki puji langkah Kosovo dirikan tentara nasional

Turki menilai upaya Kosovo mengubah pasukan keamanannya menjadi tentara nasional sebagai hak berdaulat

Turki puji langkah Kosovo dirikan tentara nasional

BELGRADE, Serbia

Turki memuji keputusan Kosovo untuk menggunakan hak kedaulatannya untuk mengubah kekuatan keamanannya saat ini menjadi 5.000 tentara nasional.

"Turki, sebagai negara Balkan anggota NATO yang mendukung KFOR [pasukan stabilisasi NATO] dan berkontribusi pada Pasukan Keamanan Kosovo, melihat keputusan parlemen pada 14 Desember untuk mengesahkan undang-undang untuk mengubah pasukan keamanan menjadi tentara nasional sebagai sebuah hak berdaulat,” kata sebuah pernyataan oleh Kedutaan Besar Turki di Pristina.

Pernyataan itu memuji deklarasi pemerintah Kosovo yang mengatakan bahwa proses transformasi ini, yang diperkirakan akan berlangsung selama bertahun-tahun, akan dilakukan dalam kerangka konstitusional.

Proses tersebut juga akan menggunakan cara-cara demokratis dan mengikutsertakan semua masyarakat di Kosovo dalam koordinasi dengan NATO untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah ini.

Pernyataan itu menekankan bahwa Turki memprioritaskan perdamaian dan stabilitas kawasan dan akan terus mendukung dialog antara Kosovo dan Serbia.

Untuk melawan oposisi Serbia, pada Jumat, parlemen Kosovo secara besar-besaran mengesahkan undang-undang untuk mewujudkan tentara nasional Kosovo menjadi kenyataan.

Kosovo menyatakan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, tetapi Beograd menegaskan bahwa negara itu tetap menjadi bagian dari Serbia.

Sejak itu, ketegangan terus terjadi antara mayoritas etnik Albania dan minoritas kecil Serbia di utara.

Kemerdekaan Kosovo diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki.

Sementara Serbia, Rusia, China dan Indonesia termasuk dalam beberapa negara yang belum mengakui kemerdekaannya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA