Turki: Pemimpin oposisi dukung operasi di Manbij

Pemimpin Partai Gerakan Nasionalis Devlet Bahceli mengatakan wilayah Manbij harus dilindungi dari teroris YPG / PKK

Turki: Pemimpin oposisi dukung operasi di Manbij

ANKARA

Pemimpin oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Turki pada Selasa menyatakan dukungannya untuk operasi militer Turki di kota Manbij, Suriah.

"Partai Gerakan Nasionalis mendukung pemerintah dalam perang yang semestinya melawan terorisme. Manbij harus diselamatkan dari penindasan," Devlet Bahceli mengatakan kepada kelompok parlementer partainya.

Bahceli menekankan orang-orang di wilayah timur Sungai Eufrat harus dilindungi dari teroris YPG/PKK.

Dia mengatakan perang Turki melawan teroris di Suriah adalah tindakan yang sah.

"Apa pun yang dilakukan AS, apa pun yang mereka katakana, Turki harus memasuki wilayah timur Sungai Eufrat demi hak, hukum, kelangsungan hidup dan keamanan rakyat yang tertindas, kita harus melakukan apa pun yang diperlukan," katanya.

Pemimpin partai oposisi juga mengecam pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton baru-baru ini tentang Kurdi di Suriah.

"Saya ingin bertanya, sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, apakah Turki mendikte Anda dan atasan Anda apa yang harus dilakukan? Perlakuan tidak hormat dan perilaku buruk macam apa ini?" tanya Bahceli.

Sebelumnya pada Minggu, Bolton mengatakan AS tidak akan menarik pasukan dari Suriah sampai pemerintah Turki menjamin perang melawan Daesh dan tidak akan menyerang pejuang Kurdi, merujuk pada kelompok teroris YPG/PKK.

Pada 1 November, sebelum pengumuman tentang penarikan pasukan Amerika dari Suriah, pasukan Turki dan AS memulai patroli bersama di Manbij sebagai bagian dari perjanjian yang berfokus pada penarikan teroris YPG/PKK untuk menstabilkan kawasan.

Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan pada Desember, mengatakan bahwa AS akan menarik tentaranya dari Suriah.

Keputusan tersebut menyusul panggilan telepon Trump dengan Erdogan di mana kedua pemimpin sepakat tentang perlunya koordinasi yang lebih efektif atas negara yang dilanda perang saudara itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA