Turki minta AS akhiri hubungan dengan PYD/YPG

Ankara memandang setiap bantuan ke PYD/YPG sebagai dukungan langsung atau tak langsung kepada kelompok teror PKK

Turki minta AS akhiri hubungan dengan PYD/YPG

ANKARA

Turki menganggap setiap bantuan yang diberikan ke PYD dan YPG sebagai dukungan langsung atau tak langsung kepada kelompok teror PKK.

Usai pertemuan kabinet di Kompleks Kepresidenan, juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Turki tidak akan pernah membiarkan pembentukan kelompok teroris di timur Sungai Eufrat.

"Harapan utama Turki dari AS, yang merupakan sekutu NATO dan mitra strategis kami, adalah mengakhiri semua keterlibatannya dengan PYD/YPG, cabang PKK di Suriah," ujar dia merujuk pada hubungan AS dengan PYD/YPG.

"Upaya AS untuk menyebut PYD dan YPG sebagai kelompok yang legal dan tidak memiliki kaitan dengan terorisme dan PKK adalah sia-sia," kata Kalin.

Turki bertekad untuk terus memerangi ancaman teroris darimana pun mereka berasal.

"Kami tak pernah bisa menerima argumen bahwa langkah-langkah yang diambil Turki atas PYD/YPG melemahkan perjuangan AS melawan Daesh," kata dia lagi.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teror oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kalin juga mengatakan sekolah-sekolah yang terafiliasi dengan organisasi teroris Fetullah (FETO) ditutup di 21 negara sejak 15 Juli 2016 dan menyebutnya sebagai "kesuksesan diplomatik".

"Perjuangan kami melawan organisasi teroris Fetullah terus berlanjut di seluruh dunia. Kami tidak akan membuat konsesi apapun atas masalah ini," tegas jubir presiden.

Kalin meminta negara-negara "yang mendukung dan membiarkan kegiatan FETO berlanjut di negara mereka" untuk mengambil sikap tegas terhadap kelompok teroris.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA