Turki: FETO di AS jadi sasaran FBI

Menteri Luar Negeri Turki mengatakan penyelidikan dan penangkapan anggota FETO berlangsung di 15 negara bagian AS

Turki: FETO di AS jadi sasaran FBI

ANKARA

FBI telah melancarkan operasi nasional melawan FETO, kelompok teror di balik percobaan kudeta tahun 2016 di Turki.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada anggota parlemen bahwa FBI mulai melihat sifat asli Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

"Ada penyelidikan FBI terhadap FETO di 15 negara bagian," kata Cavusoglu, pada Senin.

"Selain itu, penangkapan dimulai di beberapa negara bagian, termasuk New Jersey," tambah dia.

Menurut Cavusoglu, selama KTT G20 baru-baru ini di Argentina, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa mereka mengupayakan ekstradisi pemimpin FETO Fetullah Gulen ke Turki dari kediamannya di Pennsylvania.

Turki sejak lama mengeluhkan kelambanan Amerika Serikat dalam proses ekstradisi Gulen.

FETO dan Gulen mengatur percobaan kudeta pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 orang luka-luka.

Ankara juga menuding FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan kejaksaan.

Kehadiran FETO di luar negeri cukup besar, termasuk sekolah swasta yang berfungsi sebagai aliran dana bagi kelompok teror, sebagian besarnya ada di AS.

Sekolah-sekolah FETO di AS menghadapi sejumlah masalah hukum, di antaranya karena penyalahgunaan dana publik dan proses imigrasi.

Menurut CBS News, pada 2017, FETO mengoperasikan 136 sekolah di 28 negara bagian, dan menggunakan dana pajak lebih dari USD2,1 miliar sejak tahun 2010.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA